kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.087.000   40.000   1,31%
  • USD/IDR 16.891   16,00   0,09%
  • IDX 7.389   -51,51   -0,69%
  • KOMPAS100 1.027   -9,91   -0,95%
  • LQ45 752   -7,70   -1,01%
  • ISSI 260   -2,22   -0,85%
  • IDX30 399   -2,52   -0,63%
  • IDXHIDIV20 491   -4,11   -0,83%
  • IDX80 115   -1,17   -1,01%
  • IDXV30 133   -1,68   -1,25%
  • IDXQ30 129   -0,54   -0,42%

Ada Sejumlah Proyek Baru, Cek Rekomendasi Saham Arkora Hydro (ARKO)


Rabu, 11 Maret 2026 / 17:17 WIB
Ada Sejumlah Proyek Baru, Cek Rekomendasi Saham Arkora Hydro (ARKO)
ILUSTRASI. PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) (Dok/ARKO)


Reporter: Dimas Andi | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) berpeluang meneruskan tren positif kinerja keuangannya pada 2026. Hal ini seiring ekspansi pembangunan pembangkit energi terbarukan yang gencar dilakukan emiten tersebut.

Sebagaimana diketahui, ARKO membukukan pendapatan usaha sebesar Rp 343,3 miliar sepanjang 2025 atau meningkat 43,7% year on year (yoy) dibandingkan 2024.

Capaian ini dibarengi beban pokok pendapatan yang tumbuh sebesar 40,6% yoy menjadi Rp 253,6 miliar diakibatkan oleh proses finalisasi pembangunan Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kukusan 2 yang berlokasi di Tanggamus, Lampung.

Dari sisi operasional, ARKO mencatatkan produksi listrik sebesar 151,8 megawatt hour (MWh) pada 2025 atau tumbuh sebesar 56,1% yoy yang didukung oleh pengoperasian Proyek Yaentu dan curah hujan yang lebih tinggi dibanding 2024. 

Baca Juga: GOTO Pangkas Rugi Bersih hingga 77% di Sepanjang 2025

Kinerja operasional yang cemerlang tersebut membuat laba bersih ARKO melesat 52,9% yoy menjadi Rp 63,9 miliar pada 2025, dengan margin laba bersih yang naik menjadi 18,6% pada periode yang sama.

Presiden Direktur ARKO Aldo Artoko mengatakan, Proyek PLTA Kukusan 2 yang baru beroperasi pada Februari 2026 akan berkontribusi positif terhadap arus kas ARKO mulai tahun ini dengan PLN sebagai pembeli tunggal. PLTA tersebut memiliki kapasitas sebesar 5,4 megawatt (MW).

Selain PLTA Kukusan 2, ARKO juga sedang menggeber Proyek PLTA Tomoni dengan kapasitas 10 MW yang berlokasi di Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Pada tahun 2024, progres konstruksi Proyek Tomoni baru sebesar 15,5%, sedangkan pada tahun 2025 sudah mencapai 58,8% dengan target finalisasi proyek pada akhir 2026.

Tak hanya itu, pada September 2025 lalu, ARKO juga memperoleh Perjanjian Jual Beli Listrik atau Power Purchase Agreement (PPA) untuk Proyek PLTA Pongbembe berkapasitas 20 MW dari PLN. PPA ini berlaku selama 30 tahun terhitung sejak proyek mulai beroperasi dan diperkirakan akan beroperasi pada 2030. Proses pembangunan PLTA Pongbembe sendiri telah dimulai pada akhir tahun 2025. 

“Dengan semakin banyak proyek pembangkit yang diselesaikan, kami yakin akan mampu terus menjaga komitmen untuk menerangi Indonesia berbasiskan energi bersih serta menjalankan bisnis secara berkelanjutan,” ujar Aldo dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (11/3/2026).

Rekomendasi Saham

Secara terpisah, Kepala Riset Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI) Muhammad Wafi mengatakan, peluang kenaikan kinerja pendapatan dan laba bersih ARKO dalam jangka menengah cukup terbuka.

Untuk 2026, ARKO akan sangat terbantu oleh tuntasnya proyek PLTA Kukusan 2 yang akan langsung berkontribusi ke pendapatan perusahaan. Di sisi lain, proyek PLTA Tomoni yang kelar pada akhir 2026 akan menjadi motor penggerak kinerja ARKO pada 2027 mendatang.

Baca Juga: Hasnur Internasional Shipping (HAIS) Putuskan Tebar Dividen, Segini Besarannya

ARKO juga diperkirakan akan terus berekspansi secara agresif membangun PLTA baru yang sejalan dengan tren transisi energi nasional. 

"Risiko utama bagi ARKO antara lain kenaikan capital expenditure (capex), keterlambatan jadwal konstruksi akibat cuaca atau isu lahan, serta fluktuasi debit air penggerak turbin," kata Wafi, Rabu (11/3/2026).

Untuk itu, ARKO harus bisa memastikan penyelesaian proyek-proyek EBT secara tepat waktu dan optimalisasi efisiensi pembangkit yang telah beroperasi. Emiten ini juga perlu aktif mengamankan pendanaan hijau (green financing) dengan bunga kompetitif untuk langkah ekspansi berikutnya.

Wafi merekomendasikan beli saham ARKO dengan target harga di level Rp 7.200 per saham.

Di lain pihak, Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana merekomendasikan speculative buy saham ARKO dengan area support di level Rp 5.650 per saham dan resistance di level Rp 7.000 per saham serta target harga di level Rp 7.150-Rp 7.400 per saham.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×