kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.325.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Ada Rotasi Sektor Saat IHSG Naik, Simak Rekomendasi Saham Leader & Laggard Berikut


Selasa, 07 November 2023 / 05:55 WIB
Ada Rotasi Sektor Saat IHSG Naik, Simak Rekomendasi Saham Leader & Laggard Berikut
ILUSTRASI. Saham-saham penggerak indeks (movers) mengalami pergeseran, seiring rotasi sektor.KONTAN/Carolus Agus Waluyo/30/10/2023.


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saham-saham penggerak indeks (movers) mengalami pergeseran, seiring rotasi sektor yang berpotensi terjadi. Sejumlah saham yang memimpin (leader) dan tertinggal (laggard) berbalik arah, sejalan dengan lonjakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal November 2023.

IHSG menguat cukup signifikan dalam tiga hari perdagangan secara beruntun. Mengawali pekan ini, Senin (6/11) IHSG melejit 1,33% ke level 6.878,83. Saham berbobot jumbo di sektor teknologi, bank dan telekomunikasi menjadi leader memasuki bulan ini.

Harga saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) kompak menanjak. 

Keempat emiten big cap ini berbalik arah, usai pada bulan Oktober lalu mengisi daftar saham laggard.

Baca Juga: Kini Investor Punya Acuan Mengoleksi Saham Bank

Equity Sales Jasa Utama Capital Sekuritas Alfredo Gusvirli mengamati, IHSG yang merosot hingga 2,7% pada bulan lalu ikut terseret oleh koreksi saham-saham berbobot besar. 

Memasuki bulan November, Alfredo melihat ada potensi saham big cap yang sebelumnya terkoreksi kembali mendaki seperti pada bulan September.

"Prospek saham-saham movers terutama di leader, menunjukkan pembalikan arah khususnya saham LQ45 yang telah koreksi selama Oktober. Saham-saham laggard memiliki potensi rebound, tetapi harus dipilih dengan baik juga emitennya," kata Alfredo kepada Kontan.co.id, Senin (6/11).

Head of Research Mega Capital Sekuritas (InvestasiKu) Cheril Tanuwijaya menyoroti sektor keuangan yang saat ini kembali menjadi leader, dan berpotensi memimpin penguatan di sisa 2023. 

Selain itu, dia memprediksi saham-saham emiten bank, komoditas migas, emas, konsumen primer, dan telekomunikasi punya prospek yang menarik.

Di sisi lain, Cheril menyarankan untuk tetap berhati-hati terhadap sektor teknologi. Di tengah berbagai sentimen eksternal yang mengiringi, saham teknologi masih berpotensi laggard. Meski saat ini ada sentimen dari nada dovish The Fed, tapi perkembangan rilis data ekonomi Amerika Serikat (AS) masih menjadi faktor penentu.

"Masih perlu mencermati rilis data-data ekonomi AS, mengingat ada kalanya The Fed melakukan manver yang bisa mengejutkan pasar. Apalagi inflasi tinggi masih membayangi," terang Cheril.

Sementara itu, Pengamat Pasar Modal & Founder WH-Project William Hartanto menjagokan saham emiten bank, telekomunikasi dan sektor properti. Tapi, dia mengingatkan agar tidak terburu-buru untuk merespons rotasi sektor. Sebab, posisi saat ini yang masih di awal bulan belum begitu jelas mengarahkan rotasi ke sektor mana. 

Lagi pula, pelaku pasar perlu waspada, bisa jadi lonjakan IHSG saat ini lebih dominan terangkat euforia akibat pelemahan dolar AS sejak langkah dovish The Fed. 

"Belum jelas yang leading ke sektor mana. Jika (saham) market cap tinggi yang leading, maka IHSG bisa lanjut menguat," terang William.

Senada, Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Vicky Rosalinda menekankan bahwa arah IHSG akan ikut disetir oleh rotasi saham-saham movers berkategori big cap. Jika rotasi terjadi pada saham-saham non-big cap, maka laju IHSG tidak begitu kencang.

Vicky memandang ada peluang tren naik IHSG berlanjut dalam jangka pendek, sepanjang mampu bertahan di atas level 6.713 - 6.738. Potensi penguatan bisa berlanjut ke posisi 6.878 - 6.973. Jika lanjut menanjak, IHSG bisa menuju ke level 6.948 - 6.986.

Baca Juga: Saham-Saham Penggerak IHSG dan Rekomendasi Analis pada Kuartal IV-2023

Jika IHSG gagal bertahan di area support, maka berpeluang balik merosot dengan posisi 6.772 - 6.785 sebagai bottom-nya. Vicky melihat sejumlah saham yang berpeluang masuk ke jajaran leader, seperti PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) dan PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP). 

Sebagai pilihan koleksi, Vicky menyarankan saham BBRI, BMRI, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), dan PT Astra International Tbk (ASII). Sementara Alfredo menjagokan saham ASII, ADRO dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA).

William menyodorkan TLKM, MDKA, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) dan PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) sebagai saham layak koleksi. Lalu, pertimbangkan taking profit pada GOTO. Catatan dia, sell on strength GOTO bisa dilakukan jika tidak mampu menembus level Rp 83 sebagai titik konfirmasi reversal-nya. 

Sedangkan Cheril menyarankan saham MDKA dan TLKM dengan target harga masing-masing di Rp 2.900 dan Rp 3.900. Namun, pertimbangkan stoploss jika MDKA merosot ke Rp 2.400 dan jika TLKM ambles ke Rp 3.400.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×