kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.916.000   -1.000   -0,03%
  • USD/IDR 16.791   2,00   0,01%
  • IDX 8.980   4,90   0,05%
  • KOMPAS100 1.240   -4,48   -0,36%
  • LQ45 876   -6,31   -0,72%
  • ISSI 331   0,57   0,17%
  • IDX30 444   -6,39   -1,42%
  • IDXHIDIV20 519   -14,10   -2,64%
  • IDX80 138   -0,67   -0,49%
  • IDXV30 144   -3,64   -2,47%
  • IDXQ30 142   -2,84   -1,95%

Ada Evaluasi Indeks LQ45, IDX30 dan IDX80, Ini Rekomendasi Saham yang Masuk


Selasa, 27 Januari 2026 / 19:30 WIB
Ada Evaluasi Indeks LQ45, IDX30 dan IDX80, Ini Rekomendasi Saham yang Masuk
ILUSTRASI. Indeks LQ45, IDX30, IDX80 dirombak besar-besaran. (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan evaluasi mayor untuk tiga indeks utamanya, yakni indeks LQ45, IDX30 dan IDX80. Hasil evaluasi ini akan berlaku untuk periode Februari–April 2026. 

Hasilnya, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) masuk ke dalam indeks LQ45 menggantikan posisi PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES). Bobot saham BREN pada indeks ini mencapai 6,83%.

Saham BREN, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) masuk ke IDX80 menggantikan PT Avia Avian Tbk (AVIA), PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) dan PT Bank Pan Indonesia Tbk (PNBN).

BEI memasukan saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) ke indeks IDX30 dengan menggusur saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) dan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR).  

Baca Juga: BEI Kocok Ulang Indeks Kompas 100, Mana Saham yang Prospektif?

Head of Research KISI Muhammad Wafi mencermati masuknya saham big caps dengan volatilitas tinggi, seperti BREN bisa mendorong agresivitas tinggi ke indeks terkait.  

“LQ45 dan IDX30 bisa lebih sensitif terhadap pergerakan emiten grup tertentu dan dominasi dari sektor perbankan di indeks unggulan,” jelasnya kepada Kontan, Selasa (27/1/2026).

Wafi bilang kehadiran saham-saham baru di tiga indeks unggulan itu bisa mendorong kembalinya aliran dana investor asing alias foreign inflow serta sentimen penurunan suku bunga. 

“Ketiga indeks unggulan itu terdorong dengan foreign inflow dan sentimen penurunan suku bunga yang bisa mendorong rotasi ke sektor non-energi dan infrastruktur,” ucapnya. 

Baca Juga: Pemerintah Patok Penerbitan SBN Ritel hingga Rp 170 Triliun, Ekonom: Masih Realistis

Wafi memproyeksikan ketiga indeks unggulan itu bisa outperform melampaui Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) karena adanya perubahan minat investor yang bergeser ke saham-saham dengan kualitas tinggi. 

“Investor balik fokus portofolio ke saham-saham likuid dengan fundamental kuat yang valuasinya masih laggard,” kata dia. 

Dari kelima saham yang masuk ke dalam indeks unggulan, Wafi menghitung target harga BREN ada di Rp 9.800, HRTA berada di posisi Rp 2.800, SMGR di Rp 3.200 dan BUMI di Rp 560. 


 

Selanjutnya: Emas Nyaris US$5.100! Ketidakpastian Trump Picu Lonjakan Safe Haven

Menarik Dibaca: Hujan Sejak Dini Hari, Simak Prakiraan BMKG Cuaca Besok (28/1) di Jakarta

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×