kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.631.000   29.000   1,11%
  • USD/IDR 16.870   24,00   0,14%
  • IDX 8.885   -52,03   -0,58%
  • KOMPAS100 1.226   -2,75   -0,22%
  • LQ45 867   -1,47   -0,17%
  • ISSI 324   0,11   0,04%
  • IDX30 441   1,22   0,28%
  • IDXHIDIV20 520   3,38   0,65%
  • IDX80 136   -0,29   -0,21%
  • IDXV30 144   0,32   0,22%
  • IDXQ30 142   1,10   0,79%

PHEI Mulai Mengkaji Patokan Wajar Harga Obligasi Korporasi


Jumat, 13 Februari 2009 / 07:21 WIB


Sumber: KONTAN | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Selesai menilai harga wajar obligasi Pemerintah, PT Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI) mulai mengkaji harga wajar obligasi korporasi. "Sebagai awal, kami akan menilai obligasi korporasi yang masuk dalam investment grade dulu," kata Hasan Fawzi, Direktur PHEI, kepada KONTAN kemarin (12/2).

Dengan begitu, PHEI akan menilai yield indikatif 206 obligasi korporasi. "Kami masukkan dalam beberapa kategori, yakni yang berating AAA, AA, A, dan BBB," jelas Hasan. Ke depannya, PHEI menggolongkannya menurut sektor.

Rencananya, PHEI akan meluncurkan patokan harga obligasi korporasi itu pada bulan depan. "Tapi masih soft launching dulu, seperti ketika kami meluncurkan patokan wajar obligasi pemerintah Desember lalu," imbuhnya.

PHEI kini telah menetapkan acuan harga wajar berbagai obligasi pemerintah, mulai dari Surat Utang Negara (SUN), zero coupont bonds, hingga Obligasi Ritel Indonesia (ORI). Daftar patokan harga dan yield ini untuk sementara bisa dilihat pada situs mereka: www.ibpa.co.id. "Kami juga telah mengirimkannya kepada Departemen Keuangan, Self Regulatory Organization (SRO), manajer investasi, serta perwakilan investor," kata Hasan.

PHEI memang masih belum bebas bergerak. Maklum, mereka masih menanti izin prinsip dari Badan Pengawas dan Pengelola Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK). Izin ini mereka perlukan agar bisa beroperasi secara resmi.

Izin ini perlu juga untuk mencari pemodal baru. April nanti, PHEI akan menggelar penawaran terbatas untuk menambah modalnya Rp 15 miliar. Namun, Nurhaida, Kepala Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Riil Bapepam-LK menyatakan izin itu belum selesai diproses.

Sejauh ini, PHEI sudah mendapatkan beberapa calon pemegang saham. Misalnya Bond Pricing Agency Malaysia, Korea Investment & Securities Co Ltd dan PT Pemeringkat Efek Indonesia. "Kami masih membuka ke pihak lain," ungkap Hasan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×