kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

PHEI Bakal Rilis Harga Wajar Obligasi Bulan Depan


Selasa, 25 November 2008 / 13:33 WIB


Reporter: Ewo Raswa | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Persiapan PT Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI) menyusun harga wajar Surat Utang Negara (SUN) memasuki babak akhir. Lembaga yang baru berdiri lima bulan ini berencana merilis harga wajar obligasi bulan depan.

Direktur Utama PHEI, Ignatius Girendroheru menyatakan, lembaganya telah menyelesaikan validasi model yang digunakan. "Hasilnya model kami mendekati pasar," kata Ignatius kepada KONTAN pada acara Investor Summit di Jakarta, Selasa (25/11).

Asal tahu saja, validasi model tersebut dilakukan oleh Universitas Gadjah Mada dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

PHEI merupakan perusahaan yang bertugas memberikan harga wajar obligasi. Saat ini Bursa Efek Indonesia, Kustodian Sentral Efek Indonesia dan Kliring Penjaminan Efek Indonesia menguasai masing-masing 33,3% saham.

Menurut Ignatius, saat ini, perusahaannya masih memproses izin prinsip ke Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. PHEI juga tengah meminta restu untuk memperoleh data SUN secara online dari Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, Departemen Keuangan.

Sekedar mengingatkan, PHEI akan memberikan data harga wajar obligasi, kurva imbal hasil, dan indeks obligasi. Nantinya, data tersebut bakal dipakai oleh sejumlah institusi keuangan dan dana pensiun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×