Sumber: Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
TOKYO. Pelemahan yen mencatat pelemahan rekor terlama, yakni selama 11 pekan berturut-turut. Ini merupakan periode pelemahan terlama untuk yen sejak 1971 silam.
Pada pukul 08.25 waktu Tokyo, yen melemah 0,1% menjadi 90,40 per dollar AS. Sementara, yen juga melemah 0,1% menjadi 120,92 per euro dari level sehari sebelumnya. Sedangkan nilai tukar euro diperdagangkan di posisi US$ 1,3376 dari posisi US$ 1,3377.
Pelemahan yen terjadi sebelum data mengenai indeks harga konsumen Jepang dirilis. Analis memprediksi, indeks harga konsumen Jepang akan menunjukkan penurunan seiring dengan pelonggaran kebijakan moneter dari bank sentral.
Berdasarkan estimasi analis yang disurvei Bloomberg, indeks harga konsumen di luar harga makanan kemungkinan turun 0,2% pada Desember dibanding tahun sebelumnya.
"Data inflasi pada hari ini semakin menegaskan deflasi yang terjadi di Jepang. Hal ini akan menyebabkan Bank of Japan akan melakukan sejumlah strategi untuk mencapai target inflasi sebesar 2%. Kondisi itu akan semakin memperlemah posisi yen," jelas Peter Dragicevich, currency economist Commonwealth Bank of Australia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














