Reporter: Dina Farisah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
JAKARTA. Harga tembaga di London Metal Exchange (LME) terseret ke level terendah sejak April 2010. Harga terjun bebas akibat spekulasi pelaku pasar terhadap kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat (AS), The Federal Reserve yang semakin dekat untuk menaikkan suku bunga. Kondisi ini melemahkan harga tembaga yang diperdagangkan dalam dollar AS.
Mengutip Bloomberg, Rabu (24/12) harga tembaga pengiriman tiga bulan di London Metal Exchange (LME) turun 0,4% dibandingkan hari sebelumnya menjadi US$ 6.302 per metrik ton. Harga tergerus 1% dalam sepekan terakhir. Tidak ada perdagangan di London Metal Exchange (LME) pada akhir pekan karena libur.
Merosotnya harga tembaga juga ditengarai akibat positifnya indikator ekonomi AS. Sepanjang kuartal III-2014, pendapatan domestik bruto (PDB) AS tumbuh 5%. Ini merupakan laju tercepat selama lebih dari satu dekade. Kondisi tersebut bisa mendorong The Fed mempertahankan tingkat suku bunga. Kokohnya PDB AS kuartal III-2014 menggiring dollar AS menuju level tertinggi dalam lima tahun terhadap 10 mata uang utama.
Hal ini mengikis daya tarik komoditas, termasuk tembaga sebagai alternatif investasi. Tahun ini, tembaga telah terperosok 17%.
Ibrahim, analis dan Direktur PT Equilibrium Komoditi Berjangka, menilai, semua komoditas masih akan bergerak negatif hingga akhir tahun. Salah satu penyebab utama jatuhnya harga tembaga adalah pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang kian melambat.
Hal itu tercermin dari data manufaktur China yang membukukan angka di bawah 50. Melesetnya indeks manufaktur di bawah level 50 ini kemungkinan berdampak pada data PDB China kuartal IV-2014 yang lebih rendah dari kuartal III-2014.
"PDB China tahun 2014 ditargetkan sebesar 7,1%. Tapi, kemungkinan realisasinya hanya mencapai 7%," duga Ibrahim. Ganjalan lain bagi tembaga adalah kokohnya indeks dollar AS yang telah menembus level 90. Menurutnya, indeks dollar masih berpotensi terus menanjak hingga menyentuh level 90,50 pada penutupan tahu 2014.
Secara teknikal, harga tembaga mengonfirmasi penurunan. Bollinger band dan moving average berada 10% di atas bollinger bawah. Kondisi ini menandakan pergerakan tembaga masih rawan tekanan. MACD berada 60% dengan arah negatif. Stochastic berada 70% dengan arah negatif. Sementara RSI masih wait and see.
Hingga akhir tahun, Ibrahim memprediksi, harga tembaga berada di rentang US$ 6.150 hingga US$ 6.320 per metrik ton. Sementara hingga akhir kuartal I-2015, harga tembaga berada di antara US$ 5.900 sampai US$ 6.370 per metrik ton.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













