kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.085
  • SUN98,24 -0,14%
  • EMAS600.960 -1,65%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Pasar tertekan, kinerja reksadana berguguran

Kamis, 03 Mei 2018 / 13:17 WIB

Pasar tertekan, kinerja reksadana berguguran
ILUSTRASI. Reksadana
Berita Terkait

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sepanjang April lalu, kinerja rata-rata reksadana loyo. Berdasarkan data Infovesta Utama, reksadana saham, pendapatan tetap dan campuran kompak mencetak kinerja rata-rata negatif. Hanya reksadana pasar uang yang berhasil menoreh kinerja positif, meski terbilang tipis.

Reksadana saham mencatatkan kinerja paling buruk bulan lalu. Sebagaimana ditunjukkan pergerakan Infovesta Equity Fund Index, kinerja rata-rata reksadana saham di periode tersebut minus 2,06%. Ini sejalan dengan penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mencapai 3,14%.

Head of Research & Consulting Services Infovesta Utama Edbert Suryajaya mengatakan, volatilitas pasar saham dan obligasi menjadi penyebab utama yang membuat kinerja reksadana keok. "Terutama di minggu ketiga dan keempat April, penurunan terjadi cukup dalam, hingga IHSG turun ke bawah level 6.000," kata dia, Rabu (2/5).

Head of Investment Avrist Asset Management Farash Farich menambahkan, di pasar saham, gejolak sangat terasa pada saham-saham berkapitalisasi besar. Selain IHSG, indeks konstituen lainnya, seperti LQ45 dan IDX30, turun lebih dalam, masing-masing 4,7% dan 4,9%.

Sentimen eksternal, seperti rencana kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS) yang lebih agresif, membuat investor asing memilih angkat kaki dari pasar modal Indonesia.  Hal ini berpengaruh pada pasar obligasi.

Namun, Edbert berpendapat, kinerja reksadana dapat pulih dengan adanya beberapa sentimen positif. Pertama, musim laporan keuangan kuartal I-2018. Hal ini bisa memberi angin segar bagi pasar.

Kedua, harga komoditas mulai menunjukkan tren positif, terutama batubara. Ini dapat memengaruhi kinerja saham sejumlah emiten yang berada di sektor tersebut. Di sisi lain, fund manager juga bisa mengambil momentum untuk trading dan meningkatkan performa portofolionya.

Tetapi, menjelang pertemuan FOMC, Edbert menyarankan agar investor menahan diri untuk menambah reksadana baru. "Saya sarankan kalau investor mau subscribe, mulai di minggu ketiga saja," saran dia.

Edbert menyarankan pekan ketiga Mei karena saat itu sinyal kebijakan moneter The Fed sudah jelas. Pasar tinggal menanti arah strategi Bank Indonesia.

Untuk saat ini, reksadana yang paling aman adalah pasar uang. Reksadana terproteksi juga bisa dilirik bagi investor yang cenderung tidak ingin pusing memikirkan strategi saat pasar volatil.

Namun, bagi investor yang ingin tetap mengoptimalkan investasinya, Farash menyarankan masuk ke reksadana pendapatan tetap dengan basis obligasi korporsi. "Obligasi korporasi tidak sefluktuatif SUN, tapi tetap memberi imbal hasil yang stabil layaknya di reksadana pasar uang dan terproteksi," papar dia.

Edbert juga menilai reksadana pendapatan tetap yang memiliki porsi investasi pada obligasi korporasi lebih besar menarik jika mengincar return maksimal. Namun, investor juga harus tetap mencermati rekam jejak produk reksadana tersebut dan memastikan bahwa imbal hasilnya secara historis memang terbilang stabil.         

 


Reporter: Grace Olivia
Editor: Wahyu Rahmawati

INVESTASI REKSADANA

Tag
Komentar
TERBARU

KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0007 || diagnostic_api_kanan = 0.0441 || diagnostic_web = 0.2196

Close [X]
×