kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.700.000   20.000   0,75%
  • USD/IDR 17.890   8,00   0,04%
  • IDX 6.302   -72,08   -1,13%
  • KOMPAS100 823   -12,50   -1,50%
  • LQ45 627   -6,68   -1,05%
  • ISSI 217   -3,15   -1,43%
  • IDX30 351   -3,41   -0,96%
  • IDXHIDIV20 427   -2,06   -0,48%
  • IDX80 94   -1,35   -1,41%
  • IDXV30 117   -1,05   -0,89%
  • IDXQ30 111   -0,62   -0,56%

OJK dan BEI bertemu bahas kisruh SIAP


Selasa, 17 November 2015 / 06:43 WIB


Reporter: Dupla Kartini, Narita Indrastiti, Sandy Baskoro | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai bergerak menangani kasus transaksi manipulatif saham PT Sekawan Inti Pratama Tbk (SIAP). OJK kemarin memanggil manajemen Bursa Efek Indonesia (BEI).

Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman Darmansyah Hadad, menyatakan, OJK memanggil BEI untuk meminta penjelasan terkait kasus SIAP. "Kami sedang follow up kasus ini. Kalau memang nanti ada indikasi pelanggaran administratif atau indikasi pidana, akan kami teruskan," ujar dia di Nusa Dua, Bali, Senin (16/11).

OJK masih fokus meminta penjelasan BEI, belum menelisik sejumlah sekuritas yang diduga terseret kasus saham SIAP. Muliaman juga menyatakan, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) belum melakukan audit terhadap sekuritas milik negara, yakni Danareksa Sekuritas.

"Belum, nanti dipanggil dulu mereka," ungkap dia. Hamdi Hassyarbaini, Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI, mengakui, OJK dan BEI bertemu kemarin. Tapi pertemuan itu bukan hanya membahas soal transaksi SIAP.

"Tidak secara khusus membahas soal SIAP," ujar dia kepada KONTAN, kemarin.

BEI masih melanjutkan penyelidikan dan belum ada banyak perkembangan yang bisa disampaikan terkait indikasi transaksi semu yang melibatkan pemeriksaan sejumlah broker tersebut.

Meningkatkan tata kelola Pada Jumat (13//11) lalu, BEI juga dipanggil Kementerian Negara BUMN untuk membahas soal Danareksa Sekuritas yang juga sedang diperiksa terkait transaksi SIAP. Kementerian BUMN menanyakan secara langsung mengenai perkembangan pemeriksaan broker berkode OD itu.

Kementerian juga meminta BEI meningkatkan tata kelola perdagangan. Syamsul Hidayat, Direktur Penilaian Perusahaan BEI, mengatakan, pihaknya belum akan meneruskan penyelidikan ke arah rights issue yang dilakukan SIAP pada tahun lalu. "Belum ke arah sana," ujar dia.

Saat rights issue SIAP, Danareksa menjadi penjamin emisi sekaligus menyatakan komitmennya menjadi pembeli siaga apabila saham rights issue tak terserap. Kala itu, Danareksa mengklaim memiliki dana untuk membeli saham rights issue yang tak diambil pemegang saham lain, hingga maksimal 23,4 miliar saham.

Dengan harga Rp 200 per saham, Danareksa menyediakan dana siaga Rp 4,68 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×