kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.679.000   50.000   1,90%
  • USD/IDR 17.910   -29,00   -0,16%
  • IDX 6.410   65,94   1,04%
  • KOMPAS100 845   12,09   1,45%
  • LQ45 640   9,44   1,50%
  • ISSI 222   2,82   1,29%
  • IDX30 359   5,14   1,45%
  • IDXHIDIV20 438   4,81   1,11%
  • IDX80 96   1,44   1,52%
  • IDXV30 120   0,97   0,81%
  • IDXQ30 114   1,39   1,23%

Harga CPO tertekan spekulasi kenaikan produksi


Selasa, 12 Juni 2012 / 13:04 WIB
ILUSTRASI. Warga mengenakan masker berbelanja makanan sebelum berbuka puasa di pasar Ramadan, di tengah wabah penyakit virus corona atau COVID-19, di Kuala Lumpur, Malaysia 15 April 2021.. REUTERS/Lim Huey Teng.


Reporter: Barratut Taqiyyah, Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KUALA LUMPUR. Harga crude palm oil (CPO) turun pada transaksi perdagangan hari ini. Asal tahu saja, pagi tadi, harga kontrak CPO untuk pengantaran Agustus turun 1,3% menjadi 2.951 ringgit per metrik ton. Pada penutupan sesi pagi di Malaysia Derivatives Exchange, kontrak yang sama berakhir pada level 2.968 ringgit per metrik ton.

Penurunan harga CPO terkait spekulasi bahwa tingkat produksi kelapa sawit di Malaysia akan melonjak dalam beberapa bulan ke depan. Seperti yang diketahui, Malaysia merupakan negara produsen CPO terbesar kedua dunia setelah Indonesia.

Berdasarkan data Malaysian Palm Oil Board, kemarin (11/6), tingkat produksi CPO di Malaysia naik 8,7% menjadi 1,38 juta ton pada Mei dari 1,27 juta ton pada April. Diprediksi, tingkat produksi CPO akan semakin melonjak pada bulan Juli dan Oktober.

"Dengan adanya penyebaran risiko di pasar global, dan harga minyak Brent di kisaran US$ 100 per barel, risiko penurunan harga CPO masih tetap ada," jelas Rabobank International analyst, Luke Chandler.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×