kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Zulam Alinda Nan Misterius


Kamis, 16 Mei 2013 / 06:00 WIB
ILUSTRASI. Logo BCA. REUTERS/Willy Kurniawan


Reporter: Yuwono Triatmodjo, Agustinus Beo Da Costa, Narita Indrastiti | Editor: Yuwono Triatmodjo

PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) menjual PT Lido Nirwana Parahyangan (LNP) dan PT Lido Golf Prima (LGP) ke Grup MNC. Tapi, sebelum sampai ke tangan MNC, dua perusahaan itu sudah berpindah tangan ke PT Zulam Alinda Sejahtera (Zulam). Kelak, Grup MNC lewat PT MNC Land Tbk (KPIG) akan menguasai LNP dan LGP dengan membeli obligasi tukar yang diterbitkan Zulam dan Charlton Group Holding Ltd.

Nama Zulam, sejauh ini, masih misterius. Grup MNC dan ELTY menyanggah bahwa Zulam adalah afiliasi mereka. Siapa sebenarnya perusahaan ini?

Dalam penjelasan ke otoritas bursa, KPIG menyebutkan, Zulam berkantor di Gedung Ariobimo Sentral lantai 9, Jakarta. Pemegang saham Zulam adalah Hetty Soffy Regina Schouten dan Raden Roro Mumpuni. Kegiatan usaha Zulam antara lain di perdagangan umum, kontraktor, perindustrian, pertanian, jasa, transportasi dan developer.

Saat KONTAN menyambangi tempat itu, Senin (13/5), tak ada nama Zulam di sana. Berdasarkan data akta pendirian perusahaan di Kementerian Hukum dan HAM, Zulam berkantor di Jalan Tebet Timur Dalam Raya No 80, Jakarta. Di lokasi tersebut, terdapat sebuah ruko tiga lantai. Setiap lantai disekat-sekat dengan dinding tripleks untuk dijadikan beberapa ruang perkantoran. Dari keterangan pengelola tempat itu, Zulam sudah tidak berkantor di sana sejak satu tahun lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×