kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.008   -24,00   -0,13%
  • IDX 6.234   -1,63   -0,03%
  • KOMPAS100 818   1,65   0,20%
  • LQ45 624   2,69   0,43%
  • ISSI 216   0,62   0,29%
  • IDX30 350   0,23   0,07%
  • IDXHIDIV20 430   0,32   0,08%
  • IDX80 94   0,31   0,33%
  • IDXV30 119   1,05   0,89%
  • IDXQ30 112   0,22   0,20%

Yunani terancam kolaps, mata uang Asia loyo


Kamis, 05 Januari 2012 / 10:20 WIB
ILUSTRASI. Sri Mulyani ungkap kelemahan tata kelola keuangan Papua dan Papua Barat.


Reporter: Barratut Taqiyyah, Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

SINGAPURA. Sebagian besar mata uang Asia melemah. Kali ini, pelemahan terbesar dicatatkan oleh rupiah Indonesia dan peso Filipina. Pada pukul 09.49, rupiah yang sudah melemah selama empat hari, keok 0,3% menjadi 9.166 per dollar AS. Sementara, peso melemah 0,4% menjadi 43,925. Sedangkan baht Thailand melemah 0,2% menjadi 31,54.

Mata uang Asia lain yang juga melemah antara lain: yuan China yang melemah 0,11% menjadi 6,3013, won Korea Selatan melemah 0,1% menjadi 1.149,60, dan ringgit Malaysia melemah 0,1% menjadi 3,1411. Sedangkan dollar Taiwan dan dollar Singapura tak banyak berubah di posisi NT$ 30,280 dan S$ 1,2875.

Kecemasan mengenai krisis utang Eropa yang semakin memburuk menyebabkan permintaan terhadap aset-aset emerging market ikut terpangkas. Alhasil, Bloomberg-JPMorgan Asia Dollar Index juga ikut melorot.

"Investor kembali mencemaskan kondisi ekonomi Eropa sehingga mempengaruhi mood pengambilan risiko oleh investor. Kondisi itu juga menyebabkan dollar menguat," jelas Norawit Suparinayok, foreign-exchange trader Bangkok Bank Pcl. Dia menambahkan, mata uang Asia akan melemah terhadap dollar AS.

Sekadar tambahan informasi, di Eropa, ada sejumlah sentimen yang turut mempengaruhi pasar mata uang dunia. Yakni, UniCredit SpA, bank terbesar Italia, mengungkapkan rencananya untuk melepas saham dengan harga diskon sebesar 43% dari harga posisi penutupan per 3 Januari untuk menambah modal kerja. Selain itu, kemarin, Perdana Menteri Yunani Lucas Papademos memprediksi, perekonomian akan kolaps pada awal Maret jika Italia tidak menerima pemangkasan pendapatan yang dibutuhkan untuk mendapatkan bantuan internasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×