kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.743.000   5.000   0,18%
  • USD/IDR 18.200   150,00   0,83%
  • IDX 5.347   -247,33   -4,42%
  • KOMPAS100 700   -36,79   -5,00%
  • LQ45 528   -29,50   -5,29%
  • ISSI 185   -9,71   -4,99%
  • IDX30 299   -17,05   -5,40%
  • IDXHIDIV20 371   -20,84   -5,32%
  • IDX80 80   -4,28   -5,11%
  • IDXV30 103   -3,99   -3,74%
  • IDXQ30 96   -6,06   -5,92%

Yield Obligasi Melonjak, Rupiah Jeblok, Asing Kompak Kabur dari Indonesia


Senin, 08 Juni 2026 / 13:34 WIB
Yield Obligasi Melonjak, Rupiah Jeblok, Asing Kompak Kabur dari Indonesia
ILUSTRASI. Suasana transaksi Surat Berharga Negara (SBN) di Treasury BSI (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Alya Fathinah | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tekanan terhadap pasar keuangan Indonesia kian meningkat seiring derasnya arus keluar dana investor asing. 

Kondisi ini tercermin dari lonjakan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah tenor 10 tahun yang melesat lebih dari 30 basis poin (bps), pelemahan nilai tukar rupiah, hingga koreksi pasar saham domestik.

Mengutip laman Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI), yield obligasi pemerintah Indonesia tenor 10 tahun per Senin (8/6/2026) naik menjadi 6,94% di tengah aksi jual investor asing yang semakin agresif. 

Baca Juga: Saham dan Obligasi Masih Tertekan, Saatnya Beralih ke Emas?

Pada saat yang sama, per Senin (8/6) pukul 11.46 WIB rupiah melemah 0,83% hingga menyentuh rekor terendah baru di level Rp 18.186 per dolar Amerika Serikat (AS). Sementara, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memperpanjang pelemahan dengan turun 3,23% menjadi 5.414,10 per Senin (8/6/2026) pukul 11.53 WIB. 

"Tekanan tersebut dipicu kekhawatiran pasar terhadap arah kebijakan pemerintah yang dinilai berpotensi meningkatkan risiko fiskal dan ketidakpastian ekonomi domestik," tulis Garfield Reynolds pada laman Bloomberg, Senin (8/6/2026).

Ia juga menyoroti cadangan devisa Indonesia yang dilaporkan terus menyusut. Pada Mei lalu, posisi cadangan devisa turun untuk bulan kelima secara beruntun. 

Menurut Garfield, kondisi ini mengindikasikan upaya stabilisasi rupiah oleh otoritas masih terus dilakukan di tengah tekanan pasar yang belum mereda.

Pelaku pasar kini mencermati langkah pemerintah dan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta meredam volatilitas di pasar obligasi dan saham domestik.

Baca Juga: Asing Lepas SBN Rp 15,43 Triliun, Rata-rata Yield Obligasi Pemerintah Naik 5,61 Bps

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×