kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Yen dan minyak membuat bursa Asia berlari


Selasa, 22 Maret 2016 / 07:54 WIB


Sumber: Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

TOKYO. Bursa Jepang memimpin kenaikan bursa Asia pada transaksi pagi ini (22/3). Berdasarkan data Bloomberg, pada pukul 09.22 waktu Tokyo, indeks MSCI Asia Pacific melaju 0,7%.

Pagi ini, indeks Topix Jepang melesat 2% dan merupakan kenaikan harian terbesar sejak 2 Maret lalu. Penyebabnya tak lain adalah pelemahan yen sebesar 0,2% menjadi 112,17 per dollar AS.

Sementara itu, indeks S&P/ASX 200 Australia naik 0,1%. Salah satu sentimennya adalah pengunduran diri Elmer Funke Kupper, CEO ASX Ltd akibat dugaan penyuapan.

Sedangkan indeks Kospi Korea Selatan naik 0,2% dan indeks NZX 50 Selandia Baru bergerak di dua zona.

Vitamin segar yang menjadi obat kuat bursa Asia adalah penguatan dollar AS terhadap yen karena prospek kenaikan suku bunga AS paling cepat pada April mendatang.

Selain itu, harga minyak dunia juga semakin pulih karena kesediaan bank sentral untuk menyokong pertumbuhan ekonomi global berhasil menenangkan market.

"Kita berada di persimpangan di mana market membutuhkan berita segar untuk mendorong pasar lebih tinggi," jelas Chris Weston, chief market strategist IG Ltd di Melbourne.

Dia menambahkan, bank sentral telah menetapkan sejumlah kebijakan yang membantu meredakan volatilitas pasar. "Kendati begitu, market memiliki risiko mengalami konsolidasi mengingat ekstremnya volatilitas," imbuhnya.

Pada hari ini, pemerintah Jepang akan merilis indeks manufaktur dan Pimpinan The Reserve Bank of Australia akan menyampaikan pidato mengenai penguatan mata uang. Sedangkan Taiwan akan merilis data pengangguran dan Malaysia melaporkan cadangan devisa negaranya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×