CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.601.000   -9.000   -0,34%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.323   90,73   1,46%
  • KOMPAS100 836   12,74   1,55%
  • LQ45 633   5,46   0,87%
  • ISSI 218   3,53   1,64%
  • IDX30 356   1,83   0,52%
  • IDXHIDIV20 441   0,79   0,18%
  • IDX80 95   1,15   1,23%
  • IDXV30 118   0,38   0,32%
  • IDXQ30 114   0,33   0,29%

Wijaya Karya (WIKA) telah membebaskan 82% jalur kereta cepat


Minggu, 25 November 2018 / 18:00 WIB
ILUSTRASI. PROYEK KERETA CEPAT


Reporter: Harry Muthahhari | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) telah membebaskan 82% tanah untuk proyek Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) yang menghubungkan Jakarta-Bandung.

Direktur Utama WIKA Tumiyana menjelaskan, lahan yang sudah dibebaskan itu kini bisa digunakan untuk percepatan proyek KCIC itu. Akhir tahun, WIKA menargetkan pembangunan fisik bakal mencapai hingga 5%. Saat ini, progress pembangunan fisik KCIC baru 3,7%.

Tumiyana menjelaskan, percepatan pembangunan KCIC bakal dilakukan dengan memanfaatkan lahan untuk segera dibangun pilar-pilar. “Pilar untuk yang elevated,” katanya Kontan.co.id pada Minggu (25/11).

Selain itu, pihaknya akan mempersiapkan lokasi pabrik di lahan yang sudah dibebaskan itu. Pabrik itu kemudian bakal menjadi lokasi pembuatan girder dan beton. “Jadi sudah mulai bisa untuk produksi,” tambahnya.

Sekedar tahu, KCIC bakal melintas di lahan sepanjang 142,3 kilometer (km). PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) selaku pemilik proyek kereta cepat telah mendapatkan pencairan pinjaman sebesar US$ 810,4 juta yang diperoleh pada April, Agustus, dan Oktober 2018 dari China Development Bank (CDB).

Pada Desember mendatang, KCIC akan mendapatkan pencairan pinjaman yang keempat sekitar US$ 365 juta lagi. Pinjaman yang sudah diterima tersebut digunakan membayar kontraktor, konsultan, pembebasan lahan, dan lain-lain.

Tumiyana mengatakan sejauh ini koordinasi antara pihaknya dengan Kementerian Perhubungan masih berjalan baik. “Target selesainya masih sama dengan yang direncanakan awal,” katanya kepada Kontan.co.id pada Minggu (25/11).

Adapun proyek infrastruktur yang akan menghubungkan Jakarta dan Bandung ini ditargetkan rampung pada akhir 2021.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×