kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.764.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.680   99,00   0,56%
  • IDX 6.599   -124,08   -1,85%
  • KOMPAS100 874   -18,96   -2,12%
  • LQ45 651   -6,79   -1,03%
  • ISSI 238   -4,84   -1,99%
  • IDX30 369   -2,15   -0,58%
  • IDXHIDIV20 456   0,25   0,05%
  • IDX80 100   -1,80   -1,77%
  • IDXV30 128   -1,20   -0,93%
  • IDXQ30 119   -0,20   -0,17%

Waspadai investasi reksadana bermasalah, ini tips dari APRDI


Kamis, 12 Desember 2019 / 18:24 WIB
ILUSTRASI. ilustrasi reksadana. KONTAN/Muradi/2019/09/17


Reporter: Intan Nirmala Sari | Editor: Yudho Winarto

Ketua Presidium Dewan Asosiasi Pelaku Reksadana dan Investasi Indonesia (APRDI) Hari Mulyanto juga mengakui dengan masalah yang terjadi di industri reksadana akhir-akhir ini telah berdampak pada tingkat kepercayaan investor terhadap prospek industri. Untuk itu, asosiasi menyiapkan berbagai strategi untuk mengembalikan kepercayaan pasar.

"Kami akan melakukan roadshow ke kantor-kantor investor yang terkena masalah dan berbicara dengan banyak media untuk menyebarkan informasi hingga ke media lokal, sekaligus mendorong sosialisasi," jelas Hari.

Baca Juga: APRDI dan ABAPERDI komiten jalankan National Campaign Reksadana dalam jangka panjang

Selain itu, APRDI juga melakukan pembinaan kepada pelaku industri, menegakkan kode etik di keanggotaan MI. Harapannya, ke depan industri reksadana bakal tumbuh lebih sehat.

Hanif juga menambahkan bahwa asosiasi juga melakukan edukasi terkait environment, social dan government yang harus dipatuhi. Sehingga, ketika ada masalah MI akan ditindak langsung oleh OJK dan APRDI mendukung upaya tersebut, khususnya yang terkait dengan fix return.

"Di samping itu, ini moment untuk investor harus bersikap kritis dan jangan hanya melihat return saja. Investor juga harus membaca dan membuka komunikasi dengan dan agen penjual reksadana," tandas ketua Asosiasi Penasihat Investasi Indonesia (APII) Ari Adil.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×