kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.765.000   -24.000   -0,86%
  • USD/IDR 17.687   -49,00   -0,28%
  • IDX 6.341   -29,54   -0,46%
  • KOMPAS100 838   -4,98   -0,59%
  • LQ45 636   1,60   0,25%
  • ISSI 226   -1,85   -0,81%
  • IDX30 364   2,17   0,60%
  • IDXHIDIV20 453   5,42   1,21%
  • IDX80 97   -0,26   -0,27%
  • IDXV30 125   -0,34   -0,27%
  • IDXQ30 119   1,59   1,36%

Waspada, kekhawatiran gelombang kedua wabah corona membayangi IHSG


Rabu, 13 Mei 2020 / 00:38 WIB
ILUSTRASI. Karyawan melintas di depan papan pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia Jakarta, Senin (6/4). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan kenaikan yang terjadi sejak akhir pekan lalu. Senin (6/4), IHSG menguat lagi dan merupakan kenaikan dalam tiga h


Reporter: Ika Puspitasari | Editor: Tendi Mahadi

Dari dalam negeri, sambung Hans, adanya peraturan mengenai bank jangkar seharusnya bisa jadi katalis positif untuk sektor keuangan. Bank jangkar dengan aset yang cukup besar nantinya akan menyangga likuiditas bank pelaksana yang membutuhkan dana guna restrukturisasi kredit.

Lebih lanjut, ia menilai apabila pasar saham masih minim sentimen positif. "Pelaku pasar masih menunggu realisasi pelonggaran lockdown," ungkap Hans.

Baca Juga: Terancamnya kesepakatan dagang AS-China jadi sentimen negatif IHSG pada Rabu (13/5)

Sembari menunggu kabar baik terkait perkembangan Covid-19, ia bilang ada beberapa strategi yang bisa dilakukan oleh industri keuangan untuk menahan penurunan kinerja, seperti lebih selektif dalam mengucurkan kredit dan meminimalisir kemungkinan terjadinya kredit macet.

Hans menyarankan pelaku pasar untuk mulai akumulasi beli saham-saham perbankan seperti BBRI, BMRI, dan BBNI.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×