kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Waskita Karya (WSKT) revisi target kontrak baru tahun ini menjadi Rp 45 triliun


Kamis, 26 September 2019 / 17:52 WIB
ILUSTRASI. Pembangunan jalan tol oleh Waskita Karya


Reporter: Yasmine Maghfira | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Waskita Karya Tbk (WSKT, anggota indeks Kompas100) menurunkan target perolehan kontrak baru tahun 2019 menjadi Rp 45 triliun. Sebelumnya, WSKT menargetkan nilai pendapatan dari kerjasama kontrak tahun ini mencapai Rp 55 triliun.

Direktur Operasi II Waskita Karya Bambang Rianto menyatakan, nilai revisi tersebut akan mengubah target yang sebelumnya ada di Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun 2019. Hingga Agustus 2019 WSKT baru memperoleh nilai kontrak baru sebesar Rp 9,7 triliun.

"Kami akan infokan kontrak baru apa saja di akhir September. Namun, kami optimis tahun ini mencapai target sekitar Rp 45 triliun," ujar Bambang di Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (26/9).

Baca Juga: Akhir tahun 2019, rasio utang berbunga terhadap modal Waskita terjaga di 2,3x

Penyebab nilai kontrak tersebut diturunkan karena mundurnya beberapa pengadaan investasi, seperti proyek investasi jalan tol.

Kendati demikian, Bambang optimistis WSKT dapat mencapat target kontrak baru itu. Ia memaparkan potensi yang dapat menyumbang pertambahan nilai kontrak tersebut diperkirakan berasal dari pembangunan jalan tol 20%, pekerjaan sipil lain 21%, precast 17%, gedung 15%, LRT dan jalur kereta api 13%, pekerjaan tambah atau kurang 7%, energi dan transmisi 4%, bendungan 4%, serta irigasi 1%.

Sementara, realisasi nilai kontrak baru WSKT pada semester I 2019 mencapai Rp 8,4 triliun. Pemilik proyek kontrak-kontrak tersebut antara lain pemerintah dengan nilai Rp 1,43 triliun, BUMN/D mencapai Rp 2,34 triliun, swasta Rp 112 miliar, serta proyek-proyek yang berasal dari pengembangan bisnis 53% atau senilai Rp 4,52 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×