kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Wapres: Suku bunga harus turun agar saham menarik


Kamis, 12 November 2015 / 14:47 WIB


Reporter: Narita Indrastiti | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Belum banyak masyarakat Tanah Air yang mengenal instrumen pasar modal, seperti saham. Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menganggap, kurangnya minat investasi di instrumen saham disebabkan masih berkembangnya pola pikir menabung di bank.

Menurutnya, saat ini bunga deposito bank masih cukup tinggi. Sehingga, masyarakat enggan beralih ke instrumen lain. "Berbeda dengan di Singapura yang bunga depositonya sangat rendah, jadi masyarakatnya lebih suka berinvestasi di saham," ujar JK di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (12/11).

Karena itulah JK berharap agar suku bunga bank bisa turun, sehingga, masyarakat bisa beralih ke investasi pasar modal yang memiliki imbal hasil lebih tinggi. Pasalnya, apabila bunga deposito naik, saham menjadi tak menarik. "Dibutuhkan juga kebijakan dan koordinasi agar bunga tabungan perbankan tidak terlalu tinggi," imbuhnya.

Saat ini, BEI sudah mencanangkan program "Yuk, Nabung Saham" yang membuat calon investor lebih mudah berinvestasi di BEI. Menurut JK, salah satu cara mendorong ekonomi dalam negeri adalah dengan berinvestasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×