kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.623.000   25.000   0,96%
  • USD/IDR 17.766   5,00   0,03%
  • IDX 6.441   -21,27   -0,33%
  • KOMPAS100 842   -10,21   -1,20%
  • LQ45 640   -8,13   -1,25%
  • ISSI 225   0,94   0,42%
  • IDX30 356   -4,01   -1,11%
  • IDXHIDIV20 444   -5,92   -1,32%
  • IDX80 96   -1,24   -1,27%
  • IDXV30 122   -2,51   -2,02%
  • IDXQ30 115   -1,38   -1,19%

Wall Street tumbang setelah pemecatan menlu AS


Rabu, 14 Maret 2018 / 06:29 WIB
ILUSTRASI. Bursa AS


Sumber: CNBC,Reuters | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Volatilitas pasar saham masih berlanjut. Selasa (13/3), Wall Street rontok setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memecat Menteri Luar Negeri Rex Tillerson dan menggantinya dengan Mike Pompeo yang menjabat sebagai Direktur CIA.

Dow Jones Industrial Average turup dengan penurunan 171,58 poin atau 0,68% ke 25.007,03. Indeks S&P 500 pun turun 0,64% ke 2.765,31. Nasdaq bahkan mengakhiri rally kenaikan beberapa hari terakhir dengan penurunan hingga 1,02% ke 7.511,01.

Pada indeks S&P 500, saham Qualcomm menjadi saham dengan kinerja terburuk. Saham ini merosot hingga 5%. Penurunan tajam saham Qualcomm terjadi setelah Trump menolak perizinan akuisisi pembelian oleh Broadcom dengan alasan kemanan negara. Kedua perusahaan diperintahkan menghentikan kesepakatan segera.

"Kekhawatiran yang muncul dengan dipecatnya Tillerson dan penolakan Broadcom adalah, ini akan menyulutkan perang melawan China dalam rentang waktu 12-18 bulan ke depan," kata Dan Ives, head of technology research GBH Insight dalam catatan yang dikutip CNBC.

John Carey, portfolio manager Amundi Pioneer Asset Management mengatakan, ketika ada perubahan, investor akan sibuk. "Investor perlu menghitung ulang implikasi perubahan yang terjadi," kata dia kepada Reuters.

Trump menargetkan total tarif impor dari China hingga US$ 60 miliar. Untuk mengejar target ini, sumber Reuters mengatakan, Trump akan mengejar sektor teknologi dan telekomunikasi.

Sumber lain mengatakan, di luar sektor yang memang banyak masuk ke AS tersebut, penerapan tarif impor bagi China akan lebih luas, bahkan bisa mencapai 100 produk.

"Sektor teknologi sebelumnya telah rally kencang dan kini ada profit taking. Tapi ini hanya tekanan jangka pendek," kata Ken Polcari, Direktur O'Neil Securities.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×