kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Wall Street tumbang lebih 2%, California dalam status darurat virus corona


Kamis, 05 Maret 2020 / 22:29 WIB
ILUSTRASI. Traders work on the floor at the New York Stock Exchange (NYSE) in New York, U.S., March 4, 2020. REUTERS/Brendan McDermid


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Wall Street jatuh lebih dari 2% mengawali perdagangan Kamis (5/3). Terseret status darurat virus corona untuk wilayah California.

Melansir Reuters, pukul 9:48 waktu setempat, Dow Jones Industrial Average turun 710,78 poin, atau 2,62%, pada 26.380,08 dan S&P 500 turun 76,15 poin, atau 2,43% pada 3.053,97. Sedangkan, Nasdaq Composite turun 191,55 poin, atau 2,12%, pada 8.826,54.

Semua sektor indeks S&P berada di zona merah dengan saham sektor teknologi paling dalam penurunannya. Sub-sektor bank yang sensitif terhadap suku bunga turun 4,6%, sementara sektor keuangan yang lebih luas tergelincir 3,7%.

Baca Juga: Bank Dunia menganggarkan Rp 168 trilliun untuk hadapi virus corona

Asal tahu, Wall Street telah tenggelam hampir 12% pekan lalu, terburuk sejak krisis keuangan 2008. Padahal, sesi sebelumnya Indeks S&P 500 mampu pulih gara-gara terpilihnya Joe Biden, calon presiden dari Partai Demokrat.

Hari ini, korban meninggal di AS akibat virus corona menjadi 11 orang dan California melaporkan kematian pertama di luar negara bagian Washington.

Indeks Volatilitas CBOE, pengukur rasa takut Wall Street, melonjak 4,61 poin menjadi 36,63.

"Volatilitas adalah norma saat ini, ketika kami memastikan berapa banyak kerusakan ekonomi akibat epidemi virus corona," kata Art Hogan, kepala strategi pasar di National Securities.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×