kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.325.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Wall Street Tertekan, Nasdaq Kembali Anjlok 1,1%


Rabu, 12 Oktober 2022 / 05:17 WIB
Wall Street Tertekan, Nasdaq Kembali Anjlok 1,1%
ILUSTRASI. Dari tiga indeks utama Wall Street, hanya Dow Jones yang menguat pada perdagangan kemarin.


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pasar saham Amerika Serikat (AS) kembali tertekan meski indeks blue chip mulai terangkat. Dari tiga indeks utama Wall Street, hanya Dow Jones yang menguat pada perdagangan kemarin.

Selasa (11/10), Dow Jones Industrial Average menguat 0,12% ke 29.239,19. Sementara Nasdaq Composite yang sarat saham teknologi merosot lagi 1,10% ke 10.426,19. Indeks S&P 500 pun melemah 0,65% ke 3.588,84.

Ada indikasi dari Bank of England bahwa bank sentral Inggris ini akan mendukung pasar obligasi negara hanya untuk tiga hari lagi. Hal ini menambah kegelisahan pasar di akhir sesi perdagangan yang berakhir pagi ini.

Di tengah pasar saham yang bergejolak, investor berhati-hati menjelang data inflasi utama AS dan dimulainya pendapatan kuartal ketiga akhir pekan ini. 

Baca Juga: Wall Street Jatuh di Tengah Kekhawatiran Penurunan Laba Perusahaan Kuartal Ketiga

Dow Jones menguat, terangkat oleh saham Amgen Inc yang melonjak 5,7% setelah laporan bahwa Morgan Stanley meningkatkan rating saham produsen obat ini menjadi overweight dari equal weight.

Ketiga indeks utama Wall Street jatuh dalam perdagangan sore waktu setempat setelah Gubernur Bank of England Andrew Bailey mengatakan kepada manajer dana pensiun untuk menyelesaikan penyeimbangan kembali posisi mereka pada hari Jumat ketika bank sentral Inggris akan mengakhiri program dukungan darurat untuk pasar obligasi.

"Apa yang menyebabkan penurunan terbaru adalah pengumuman Bank of England (BOE) akan berhenti mendukung pasar gilt (obligasi Inggris) dalam tiga hari," kata Randy Frederick, direktur pelaksana, perdagangan dan derivatif di Charles Schwab di Austin kepada Reuters.

Baca Juga: Hati-Hati, IHSG Rabu (12/10) Masih Berpotensi Terseret Pelemahan Rupiah

Di awal hari Selasa, Pensions and Lifetime Savings Association yang merupakan asosiasi dana pensiun mendesak BOE untuk memperpanjang program pembelian obligasi hingga 31 Oktober atau bahkan melewati waktu tersebut.

Saham-saham pertumbuhan dan teknologi tertekan karena imbal hasil Treasury AS naik di tengah kekhawatiran bahwa data inflasi AS minggu ini tidak akan menghentikan kenaikan suku bunga Fed yang cepat. Sektor teknologi S&P turun 1,5%.

Laporan indeks harga produsen akan dirilis Rabu nanti malam dan data indeks harga konsumen akan dirilis Kamis malam. The Fed telah secara agresif menaikkan suku bunga untuk mengekang inflasi dan diperkirakan akan terus meningkat hingga tahun depan.

Baca Juga: Wall Street Dibuka Memerah karena Kecemasan Musim Laporan Pendapatan

Pasar saham telah terpukul dalam beberapa pekan terakhir oleh kekhawatiran tentang seberapa agresif kenaikan bunga oleh The Fed selanjutnya dan potensi dampak kenaikan suku bunga pada ekonomi.

Indeks bank S&P turun 2,6% menjelang hasil kuartalan dari beberapa bank besar akhir pekan ini. Laporan kinerja emiten perbankan ini diharapkan untuk memulai periode pelaporan kuartal ketiga untuk perusahaan S&P 500.

Menambah kekhawatiran baru-baru ini tentang ekonomi, Dana Moneter Internasional memperkirakan pertumbuhan ekonomi AS tahun ini hanya 1,6%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×