kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Bursa Wall Street tergelincir jelang pidato pejabat The Fed


Selasa, 25 Juni 2019 / 22:46 WIB
Bursa Wall Street tergelincir jelang pidato pejabat The Fed

Berita Terkait

Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Indeks acuan Wall Street tergelincir perdagangan Selasa (25/6), terseret jatuhnya saham perbankan jelang pidato pejabat The Fed. Di sisi lain, meningkatnya tensi ketegangan di Timur Tengah dan kecemasan perang dagang menambah suasana hati yang suram bagi pelaku pasar.

Mengutip Reuters, pukul 9:55 pagi waktu setempat, Dow Jones Industrial Average turun 42,63 poin atau 0,16%, pada 26.684,91, S&P 500 turun 5,23 poin atau 0,18%, pada 2.940,12, dan Nasdaq Composite turun 21,66 poin atau 0,27%, pada 7.984,04.


Setidaknya lima pejabat The Fed berbicara hari ini, termasuk Gubernur The Fed Jerome Powell. Pasar menganggap bank sentral tetap berpegang pada pesan baru-baru ini, suku bunga akan segera dipotong untuk pertama kalinya sejak krisis keuangan.

Perangkat FedWatch milik CME Group menujukan, pasar sepenuhnya mengharapkan penurunan suku bunga dari bank sentral AS pada bulan Juli dan melihat peluang 40% dari pergerakan 50 basis poin

Saham bank yang peka terhadap kurs turun 1%, karena imbal hasil AS jatuh di bawah level 2% yang diawasi ketat.

Sementara itu, kabar teranyar perang dagang AS-China datang dari seorang pejabat senior AS yang mengatakan Presiden Donald Trump "nyaman dengan hasil apa pun". Meredam harapan kesepakatan perdagangan AS-China di KTT G20 akhir pekan ini

"Sangat tidak mungkin bahwa resolusi perdagangan akan sampai terjadi setelah pertemuan Fed berikutnya akhir bulan depan," kata Robert Johnson, chief executive officer di Economic Index Associates, New York.

Johnson menambahkan, tercapainya resolusi perdagangan AS-China justru akan memungkinkan The Fed membatalkan penurunan suku bunga.

"Saya percaya apa yang diinginkan Trump adalah pemangkasan suku bunga Fed dan untuk menyatakan kemenangan dalam perselisihan perdagangan dengan China," paparnya.




TERBARU

Close [X]
×