kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Wall Street tergelincir di tengah ketidakpastian prospek perundingan dagang AS-China


Rabu, 28 Agustus 2019 / 05:45 WIB


Reporter: Herlina KD | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Wall Street ditutup koreksi pada akhir perdagangan Selasa (27/8) dipicu oleh turunnya saham-saham sektor keuangan sebagai akibat inversi yield US Treasury yang timbul dari meningkatnya ketidakpastian negosiasi perdagangan Amerika Serikat dengan China.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 120,93 poin atau 0,47% ke 25.777,90, S&P 500 terkoreksi 9,22 poin atau 0,32% ke 2.869,16 dan Nasdaq Composite turun 26,79 poin atau 0,34% ke level 7.826,95.

Koreksi Wall Street dipicu oleh pendalaman inversi kurva yield US Treasury bertenor 2 tahun-10 tahun yang menandakan kekhawatiran tentang pelemahan ekonomi global.

Baca Juga: Wall Street dibuka menghijau pada perdagangan hari Selasa (27/8)

Semula, pada awal pekan ini pasar saham AS menguat karena sentimen positif dari pernyataan Presiden AS Donald Trump tentang putaran negosiasi perdagangan yang kemungkinan akan menemui kesepakatan. Namun, Kementerian Luar Negeri China pada Selasa (27/8) menegaskan bahwa mereka belum menerima panggilan telepon tentang perundingan dagang.

"Ini akan sangat membingungkan dan sayangnya, tanpa semacam kemunduran besar dalam perundingan dagang. Ekonomi akan menderita," kata Jack Ablin, Kepala investasi Cresset Capital Management Chicago seperti dikutip Reuters.

Baca Juga: Wall Street kembali bangkit seiring meredanya tensi perang dagang

S&P 500 telah kehilangan hampir 4% pada Agustus di tengah kekhawatiran atas dampak meningkatnya efek perang dagang AS-China yang akan memperlambat ekonomi global dan kinerja perusahaan, dan ketidakpastian pemangkasan suku bunga oleh The Fed.

Investor akan mengukur kekuatan ekonomi AS untuk mencari petunjuk arah tarif lewat pertemuan Federal Reserve berikutnya yang akan digelar pertengahan September. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×