Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - NEW YORK, Wall Street berbalik dari posisi terendah dengan indeks S&P 500 yang sukses ditutup menguat. Namun, dua indeks utama lainnya masih koreksi usai rilis risalah Federal Reserve keluar.
Rabu (16/2), indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun 54,57 poin, atau 0,16%, menjadi 34.934,27, S&P 500 menguat 3,94 poin, atau 0,09%, menjadi 4.475,01 dan Nasdaq Composite koreksi 15,66 poin, atau 0,11%, menjadi 14.124,10.
Delapan dari 11 sektor utama di indeks S&P 500 membukukan kenaikan pada sesi ini. Di mana, sektor energi menikmati persentase kenaikan terbesar. Sementara itu, sektor layanan teknologi dan komunikasi menjadi sektor yang mencetak koreksi, dengan sektor keuangan yang bergerak datar pada sesi ini.
Dalam risalah The Fed dari pertemuan bulan Januari terlihat bahwa bank sentral Amerika Serikat akan mulai menaikkan suku bunga untuk memerangi inflasi. Keputusan kenaikan suku bunga akan dibuat berdasarkan pertemuan.
"Fakta The Fed tidak lebih hawkish dari yang diperkirakan sebelumnya tampaknya telah menyelamatkan saham untuk saat ini," kata Lou Brien, Strategist DRW Trading di Chicago.
Baca Juga: Wall Street Turun Setelah Penjualan Ritel Dilaporkan Rebound
"Pasar khawatir sikap kebijakan agresif (Presiden Fed St. Louis James) Bullard lebih meluas tetapi tampaknya tidak demikian," lanjut Brien.
Pada perdagangan sesi ini, tiga indeks saham utama AS memang menghabiskan sebagian besar sesi jauh di wilayah negatif. Ini terjadi karena investor bersaing dengan pergeseran ketegangan geopolitik dan sejumlah data yang menunjukkan bahwa ekonomi AS memanas, sehingga memperkuat proyeksi bahwa The Fed akan melakukan pengetatan suku bunga yang agresif.
Tapi setelah rilis risalah The Fed keluar, indeks mulai berputar dan sukses akhirnya menghapus kerugian. Namun indeks Nasdaq dan Dow ditutup sedikit lebih rendah.
"Sepertinya The Fed tidak terlalu terpengaruh," kata Ryan Detrick, Chief Market Strategist LPL Financial di Charlotte, North Carolina.
"Itu tidak melempar bola kurva hawkish yang kita lihat enam minggu lalu dan itu melegakan bagi banyak investor," tambah Detrick.
Sejumlah data ekonomi pada hari Selasa menunjukkan rebound tajam dalam penjualan ritel, output industri yang lebih kuat dari yang diharapkan, dan harga impor inti mencapai level tertinggi sepanjang masa.
"Angka penjualan ritel hari ini sangat kuat. Ini menegaskan konsumen masih sangat sehat dan itu pertanda baik bagi ekonomi ke depan," lanjut Detrick.
Di sisi lain, AS dan NATO masih khawatir tentang pasukan Rusia yang berada di dekat perbatasan Ukraina, setelah menyangkal klaim Rusia. Pada Selasa (15/2), Rusia sempat menyebut pihaknya menarik pasukan dan mempertanyakan keinginan Presiden Vladimir Putin untuk merundingkan solusi diplomatik untuk krisis tersebut.
Baca Juga: Instrumen Investasi Pilihan di Tengah Inflasi Tinggi dan Kenaikan Suku Bunga
Meski begitu, ketegangan geopolitik tampaknya sedikit mereda.
"Ini mungkin skenario 'tidak ada berita adalah berita baik'," kata Detrick. "Pasar global telah tenang karena risiko utama terus menurun selama dua hari terakhir."
Pada perdagangan kali ini, saham ViacomCBS anjlok 17,8%, setelah laba kuartalan konglomerat media itu meleset dari ekspektasi.
Perusahaan persewaan jangka pendek Airbnb naik 3,6% menyusul perkiraan pendapatan kuartal pertama yang lebih baik dari perkiraan, didorong oleh rebound kuat dalam permintaan perjalanan.
Devon Energy Corp naik 4,7% setelah produsen minyak melaporkan hasil kuartal keempat di atas perkiraan Wall Street.
Saham Lockheed Martin juga naik 1,2% setelah terpilih untuk mengembangkan prototipe komunikasi 5G Korps Marinir AS generasi berikutnya.
Cisco Systems Inc naik lebih dari 5% dalam perdagangan setelah jam kerja setelah pembuat peralatan jaringan itu mengalahkan ekspektasi pendapatan kuartalan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













