kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.789.000   25.000   0,90%
  • USD/IDR 17.736   51,00   0,29%
  • IDX 6.371   -228,56   -3,46%
  • KOMPAS100 843   -31,00   -3,55%
  • LQ45 635   -16,26   -2,50%
  • ISSI 228   -10,12   -4,25%
  • IDX30 361   -7,63   -2,07%
  • IDXHIDIV20 447   -8,36   -1,83%
  • IDX80 97   -3,13   -3,13%
  • IDXV30 125   -3,42   -2,67%
  • IDXQ30 117   -1,94   -1,63%

Wall Street: S&P 500 dan Nasdaq Dibuka Turun Selasa (19/5), Saham Chip Tekan Pasar AS


Selasa, 19 Mei 2026 / 20:54 WIB
Wall Street: S&P 500 dan Nasdaq Dibuka Turun Selasa (19/5), Saham Chip Tekan Pasar AS
ILUSTRASI. Wall Street / Bursa Saham AS (REUTERS/Brendan McDermid)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Indeks S&P 500 dan Nasdaq dibuka melemah pada perdagangan Selasa (19/5/2026), tertekan aksi jual saham-saham chip berkapitalisasi besar serta kekhawatiran inflasi yang masih bertahan di tengah kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS.

Sementara itu, indeks Dow Jones Industrial Average justru naik tipis 10,4 poin atau 0,02% ke level 49.696,53 pada pembukaan.

S&P 500 turun 27,3 poin atau 0,37% ke 7.375,75, sedangkan Nasdaq Composite melemah 167,2 poin atau 0,64% ke 25.923,486.

Baca Juga: INDY Terbitkan Surat Utang Senior US$ 100 Juta untuk Ekspansi, Simak Pandangan Analis

Saham Nvidia turun sekitar 1% sebelum pembukaan pasar dan berada di jalur pelemahan untuk hari ketiga berturut-turut.

Tekanan terjadi seiring aksi ambil untung pada saham semikonduktor yang sebelumnya menjadi pendorong utama reli pasar saham AS ke level tertinggi tahun ini.

Saham-saham chip memori dan penyimpanan data juga ikut tertekan setelah reli dalam beberapa pekan terakhir.

Micron Technology turun 2,4%, Seagate Technology melemah 3,2%, dan Western Digital terkoreksi 3,6%.

Baca Juga: Analis Sarankan Wait and See Saham SMRA, Ini Level Support dan Resistancenya

Reli Wall Street sebelumnya terhenti pada Jumat lalu setelah aksi jual di pasar obligasi global memicu kekhawatiran bahwa bank sentral utama akan memperketat kebijakan moneter, di tengah meningkatnya risiko inflasi akibat lonjakan harga energi dari konflik Timur Tengah.

Harga minyak Brent turun 1,4%, namun masih bertahan di atas US$ 110 per barel. Sentimen dipengaruhi pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebut penundaan rencana serangan militer ke Iran sembari membuka peluang negosiasi.

Di pasar obligasi, imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun turun tipis ke 4,6213% setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi sejak Februari 2025.

“Kami masih berada dalam kondisi makro yang kurang ideal bagi ekuitas,” ujar Ipek Ozkardeskaya, analis senior Swissquote Bank.

Baca Juga: Harga Bitcoin Turun 4,75% Sepekan, Tekanan ETF dan Yield Membayangi

Menurutnya, pasar saat ini kembali memfokuskan perhatian pada risiko makroekonomi dan geopolitik setelah sebelumnya harga saham sudah banyak mencerminkan ekspektasi positif dari laporan keuangan.

“Earnings yang lebih baik dari perkiraan sudah banyak terdiskon. Kini pasar kembali melihat risiko makro, dan itu menekan saham teknologi,” tambahnya.

Sektor teknologi, terutama Nasdaq yang berbasis teknologi, menjadi penekan utama Wall Street pada perdagangan sebelumnya.

Kenaikan imbal hasil obligasi cenderung menekan saham-saham growth karena valuasinya bergantung pada proyeksi laba masa depan.

Pada perdagangan Selasa, saham Akamai Technologies turun 3,7% setelah mengumumkan rencana penerbitan obligasi konvertibel senilai US$ 2,6 miliar.

Baca Juga: Market Cap Saham Konglomerasi Ambruk, BBCA Kembali Memimpin

Namun, beberapa saham perangkat lunak justru mencatat kenaikan. Workday naik 2,4%, Atlassian menguat 3,5%, Intuit bertambah 2,2%, sementara Zscaler dan ServiceNow masing-masing naik 2,9% dan 5,6%.

Investor kini menantikan rilis risalah pertemuan terakhir Federal Reserve pada Rabu untuk mencari sinyal arah kebijakan moneter, terutama terkait kemungkinan pergeseran sikap dari dovish menuju netral.

Pasar juga memperkirakan lebih dari 40% peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Januari, berdasarkan data CME FedWatch.

Dari sisi korporasi, perhatian juga tertuju pada laporan keuangan Nvidia yang akan dirilis pada Rabu.

Baca Juga: Hati-Hati, Kenaikan Suku Bunga Acuan BI Berpotensi Menekan Pasar Saham

Investor menunggu apakah permintaan berbasis kecerdasan buatan (AI) masih mampu menopang valuasi tinggi sektor semikonduktor.

Selain itu, Walmart juga akan merilis laporan kinerja yang dinilai dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai kondisi konsumsi rumah tangga di AS di tengah tekanan inflasi yang masih berlangsung.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×