kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45919,51   10,20   1.12%
  • EMAS1.350.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Wall Street Naik Tipis, Pasar Menanti Keputusan The Fed


Selasa, 19 September 2023 / 05:31 WIB
Wall Street Naik Tipis, Pasar Menanti Keputusan The Fed
ILUSTRASI. Wall Street ditutup naik tipis pada hari Senin karena pelaku pasar menantikan keputusan Federal Reserve.


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wall Street ditutup naik tipis pada hari Senin karena pelaku pasar menantikan keputusan Federal Reserve AS untuk mempertahankan suku bunga utama tidak berubah pada hari Rabu.

Senin (18/9), Dow Jones Industrial Average naik 6,06 poin atau 0,02% menjadi 34.624,3. Indeks S&P 500 naik 3,21 poin atau 0,07% menjadi 4.453,53.  Nasdaq Composite bertambah 1,90 poin atau 0,01% menjadi 13.710,24.

Ketiga indeks saham utama AS mengakhiri sesi berombak dengan kenaikan tipis. Investor, dengan sedikit katalis, menunjukkan sedikit keyakinan menjelang pertemuan kebijakan moneter dua hari The Fed.

“(Ketua Fed Jerome) Powell dapat memicu pergerakan besar ke arah mana pun dengan komentarnya dan Anda tentu tidak ingin terjebak di pihak yang salah,” kata Peter Tuz, presiden Chase Investment Counsel di Charlottesville, Virginia kepada Reuters.

Baca Juga: Cek Proyeksi IHSG dan Rekomendasi Saham untuk Perdagangan Selasa (19/9)

Bank sentral telah berjanji untuk tetap tangkas sehubungan dengan data ekonomi yang menunjukkan tanda-tanda bahwa inflasi inti masih terus menurun menuju target tahunan The Fed sebesar 2%. Data pun menunjukkan perekonomian AS tetap pada pijakan yang kuat.

Dengan latar belakang ini, meningkatnya kekhawatiran bahwa kebuntuan di Capitol Hill dapat mengakibatkan potensi penutupan pemerintahan membuat para pelaku pasar merasa gelisah.

Menteri Keuangan AS Janet Yellen kemarin mengatakan bahwa meskipun dia tidak melihat adanya risiko terhadap pusat perekonomian, dia memperingatkan bahwa penutupan pemerintah akan menciptakan situasi yang dapat menyebabkan hilangnya momentum. Ini adalah sesuatu yang menimbulkan risiko.

Acara utama minggu ini adalah pertemuan kebijakan The Fed, yang diperkirakan akan berakhir dengan jeda kenaikan suku bunga. Fed Funds Rate diprediksi tidak berubah untuk kedua kalinya sejak Maret 2022, ketika bank sentral melancarkan serangan pembukaannya dalam upayanya melawan inflasi.

Baca Juga: Laju IHSG Terganjal Rapat Bank Sentral

Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) juga akan merilis Ringkasan Proyeksi Ekonomi triwulanan, yang akan mencakup "dot plot", atau gambaran sekilas ekspektasi anggota yang berpartisipasi mengenai jalur suku bunga di masa depan.

Pasar keuangan saat ini memiliki kepastian 99% bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga utama pada 5,25%-5,00% pada hari Rabu. Selain itu, pergerakannya kurang pasti, dengan kemungkinan 69% bahwa FOMC akan bertahan pada bulan November, menurut FedWatch CME.

“Pasar ingin melihat dot plot lebih rendah dibandingkan sebelumnya,” kata Sam Stovall, kepala strategi investasi CFRA Research di New York. Dia menambhahkan, kebanyakan orang akan mengatakan akan lebih baik jika ringkasan proyeksi ekonomi menunjukkan pelemahan ekonomi tahun depan.

Di sisi lain, kemungkinan pelemahan ekonomi dapat bermutasi menjadi resesi masih menjadi kekhawatiran utama.

“Investor mempertanyakan kemungkinan perlambatan versus hard landing, bertanya-tanya apakah keadaan bisa menjadi lebih buruk dari perkiraan para peramal saat ini,” tambah Stovall.

Baca Juga: IHSG Merosot 0,76% ke Level 6.936 pada Penutupan Perdagangan Senin (18/9)

Saham-saham energi, yang didukung oleh kenaikan harga minyak mentah, memperoleh keuntungan terbesar dari 11 sektor utama S&P 500. Sementara saham-saham konsumen mengalami persentase penurunan terbesar, dengan Tesla Inc yang mengalami penurunan terbesar.

Harga saham VF Corp merosot 4,6% menyusul penurunan peringkat saham perusahaan pakaian jadi oleh Piper Sandler menjadi netral dari overweight.

Harga saham produsen chip Inggris Arm Holdings turun 4,5% setelah Bernstein memulai coverage dengan peringkat berkinerja buruk hanya beberapa hari setelah debutnya yang luar biasa.

Harga saham Paypal Holdings merosot 2,0% setelah MoffettNathanson memangkas peringkatnya menjadi market perform dari outperform.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×