kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.572.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 17.918   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.094   62,48   1,04%
  • KOMPAS100 785   10,40   1,34%
  • LQ45 602   8,03   1,35%
  • ISSI 213   1,61   0,76%
  • IDX30 334   4,21   1,27%
  • IDXHIDIV20 427   4,86   1,15%
  • IDX80 90   1,14   1,28%
  • IDXV30 117   0,96   0,83%
  • IDXQ30 109   1,31   1,21%

Wall Street Naik Didorong Penurunan Harga Minyak Pasca Meredanya Kekhawatiran Pasokan


Jumat, 09 Oktober 2026 / 20:53 WIB
Wall Street Naik Didorong Penurunan Harga Minyak Pasca Meredanya Kekhawatiran Pasokan
ILUSTRASI. Indeks utama Wall Street dibuka menguat pada Jumat (9/10), seiring turunnya harga minyak akibat meredanya kekhawatiran pasokan di Timur Tengah. (REUTERS/Jeenah Moon)


Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Indeks utama Wall Street dibuka menguat pada awal perdagangan Jumat (9/10/2026), seiring turunnya Harga minyak akibat meredanya kekhawatiran pasokan di Timur Tengah. Meski saham telekomunikasi tetap berada di bawah tekanan setelah akuisisi spektrum oleh SpaceX memicu kekhawatiran persaingan di sektor tersebut.

Mengutip Reuters, pada bel pembukaan perdagangan indeks Dow Jones Industrial Average naik 67,32 poin, atau 0,13% ke level 51.298,96. S&P 500 naik 22,35 poin, atau 0,29%, menjadi 7.787,71, sementara Nasdaq Composite naik 149,59 poin, atau 0,55%, menjadi 27.342,93.

Harga minyak turun setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Kamis bahwa AS tidak akan menyerang Iran sebelum pemilihan paruh waktu AS bulan depan, sehingga meredakan kekhawatiran bahwa konflik tersebut dapat semakin mengganggu pasokan energi global. 

Baca Juga: Investasi Ditargetkan Rp 2.900 Triliun pada 2027, Ini Prospek Emiten Kawasan Industri

Harga minyak mentah Brent turun lebih dari 1%, namun masih diperdagangkan di atas level psikologis US$ 100 per barel.

Imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS (Treasury) juga lebih stabil; imbal hasil acuan tenor 10 tahun bertahan di angka 5,24%, namun tetap berada di dekat level tertinggi dalam 24 tahun sebesar 5,364% yang dicapai pada hari Rabu.

Indeks acuan S&P 500 dan Nasdaq yang didominasi saham teknologi berada di jalur untuk mencatat kenaikan mingguan, meskipun sempat terkoreksi dalam dua sesi sebelumnya; sebelumnya, optimisme seputar musim laporan keuangan kuartal ketiga yang didorong oleh kecerdasan buatan (AI) telah mengangkat kedua indeks tersebut ke rekor tertinggi awal pekan ini.

Indeks blue-chip Dow juga berada di jalur untuk mencatat kenaikan mingguan tipis, sementara indeks S&P 500 dengan bobot setara (equal-weighted) berpeluang mengakhiri tren penurunan selama tujuh minggu berturut-turut.

"Laporan keuangan yang kuat, panduan kinerja (guidance), dan bukti permintaan AI yang berkelanjutan dapat dengan cepat memulihkan keyakinan pasar dan kembali menempatkan potensi rekor tertinggi baru dalam jangkauan," ujar Chris Weston, kepala riset di Pepperstone.

Saham-saham pertumbuhan berkapitalisasi sangat besar (megacap) secara umum menguat pada hari itu; Nvidia naik 1,5% pada perdagangan pre market, Tesla naik 1,3%, sementara Amazon.com dan Alphabet mencatat kenaikan tipis.

Baca Juga: IHSG Menguat 0,94% dalam Sepekan, Cermati Peluang Rebound Pekan Depan

Saham-saham sektor cip secara umum menguat sehari setelah sempat anjlok akibat laporan bahwa pendapatan tahunan OpenAI ternyata US$20 miliar lebih rendah dari angka yang sebelumnya diisyaratkan perusahaan. Sebuah ETF yang melacak kinerja produsen cip AS naik 1,6%.

Saham SpaceX naik 3,2% setelah perusahaan pembuat roket dan satelit tersebut mencapai kesepakatan untuk mengakuisisi portofolio spektrum pita rendah (low-band spectrum) berskala nasional, yang menjadi langkah awal tantangan langsung di orbit terhadap raksasa nirkabel lama di seluruh AS.

Saham perusahaan telekomunikasi diperdagangkan lebih rendah; saham T-Mobile US turun 7,2%, AT&T turun 6,9%, dan Verizon melemah 5,7%.

Musim laporan keuangan kuartalan akan semakin intensif pekan depan seiring dengan rencana bank-bank besar untuk merilis kinerja mereka. Optimisme mengenai kinerja keuangan yang kuat telah menopang saham-saham AS belakangan ini, meskipun terdapat perkembangan geopolitik yang tidak menentu dan kekhawatiran akan kenaikan suku bunga.

"Bank-bank ini menjadi indikator yang penting untuk dipahami: apakah masyarakat melakukan pinjaman, dan bagaimana situasi saat ini... hal itu juga akan memberikan data mengenai langkah apa yang mungkin atau tidak mungkin diambil oleh The Fed," ujar Kim Forrest, Chief Investment Officer di Bokeh Capital Partners.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Video Terkait



TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×