Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Indeks Utama Wall Street dibuka beragam pada perdagangan Selas (11/8/2026), dengan indeks S&P 500 dan Nasdaq naik karena investor menyambut baik laporan yang mengindikasikan bahwa AS dan Iran hampir mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama enam bulan.
Mengutip Reuters, pada bel pembukaan perdagangan, indeks Dow Jones Industrial Average turun 14,4 poin, atau 0,03%, ke level 53.961,6. Indeks S&P 500 naik 14,4 poin, atau 0,19%, ke level 7.767,51, sementara Nasdaq Composite naik 66,8 poin, atau 0,25%, menjadi 26.672,175.
Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Asif, mengatakan bahwa sinyal-sinyal dalam beberapa hari terakhir menunjukkan kesepakatan damai sudah dekat, tak lama setelah kementerian luar negeri Qatar menyatakan bahwa pembicaraan antara Iran dan Oman telah mencapai tahap lanjut.
Baca Juga: Saham Naik 8% Usai Putusan PKPU Ditolak, Tapi Awas Wika Gedung (WEGE) Masih Merugi
Kontrak berjangka minyak mentah Brent berbalik turun setelah sempat mencapai level tertinggi dalam satu minggu pada sesi tersebut. Pertukaran tuntutan antara AS dan Iran terkait pembukaan kembali selat tersebut mempersulit upaya yang ada, yang sebelumnya sempat mendorong harga minyak naik 5% pada hari Senin.
"Orang-orang mulai agak kebal terhadap beberapa berita semacam ini. Namun, berita positif apa pun tetap lebih baik daripada berita negatif," ujar Robert Pavlik, manajer portofolio senior di Dakota Wealth. "Ketika muncul tanda-tanda perkembangan positif—seperti berakhirnya perang atau tercapainya kesepakatan—harga minyak cenderung turun."
Data inflasi harga konsumen dan produsen yang akan dirilis akhir pekan ini dapat mempengaruhi ekspektasi pasar mengenai arah kebijakan Federal Reserve AS, mengingat fokus bank sentral tersebut pada mandat inflasi serta sikap pejabatnya mengenai pengurangan panduan ke depan (forward guidance) terkait suku bunga.
Meningkatnya biaya energi akibat konflik Iran telah memicu kekhawatiran inflasi dan mengaburkan prospek ekonomi global, sehingga mempersulit langkah bank-bank sentral di seluruh dunia.
Baca Juga: Kinerja Rukun Raharja (RAJA) Positif di Semester I-2026, Cek Rekomendasi Sahamnya
Menurut alat CME FedWatch, para pelaku pasar terbagi hampir sama rata dalam memperkirakan apakah bank sentral akan menaikkan suku bunga pada bulan September atau memilih untuk menahannya.
Indeks-indeks utama Wall Street ditutup lebih rendah pada hari Senin saat investor mencermati situasi di Timur Tengah, meskipun S&P 500 dan Dow tetap berada di dekat rekor tertinggi sepanjang masa.
Sementara itu, Nasdaq berada sekitar 2,1% di bawah rekor tertingginya, namun jauh di atas level terendah bulan Juli, saat indeks yang didominasi saham teknologi tersebut sempat turun hampir 10% dari puncaknya.
Kinerja laba kuartalan yang kuat di beberapa sektor telah mendorong saham-saham AS ke rekor tertinggi baru, dan tanda-tanda keberhasilan investasi terkait kecerdasan buatan (AI) telah meredakan sebagian kekhawatiran pasar.
Saham Riot Platforms melonjak 16,7% dalam perdagangan pre market menyusul laporan media yang menyebutkan bahwa perusahaan komputasi awan tersebut telah mencapai kesepakatan senilai $9 miliar dengan Anthropic.
Saham Intel turun tipis, melanjutkan penurunan hari Senin, setelah perusahaan mengumumkan penetapan harga untuk penawaran saham senilai US$ 20 miliar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
