kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.570.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 17.911   -17,00   -0,09%
  • IDX 6.193   74,07   1,21%
  • KOMPAS100 796   7,84   0,99%
  • LQ45 608   4,93   0,82%
  • ISSI 217   4,59   2,15%
  • IDX30 337   1,37   0,41%
  • IDXHIDIV20 431   1,76   0,41%
  • IDX80 91   0,94   1,05%
  • IDXV30 118   1,35   1,16%
  • IDXQ30 110   0,20   0,18%

Wall Street Menguat, S&P 500 Cetak Rekor Tertinggi Seiring Berlanjutnya Reli Saham AI


Selasa, 06 Oktober 2026 / 21:05 WIB
Wall Street Menguat, S&P 500 Cetak Rekor Tertinggi Seiring Berlanjutnya Reli Saham AI
ILUSTRASI. Wall Street dibuka menguat pada perdagangan Selasa (6/10/2026), dengan indeks S&P 500 sempat menyentuh rekor tertinggi karena optimisme saham AI.(REUTERS/Jeenah Moon)


Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Indeks utama Wall Street dibuka menguat pada perdagangan Selasa (6/10/2026), dengan indeks S&P 500 sempat menyentuh rekor tertinggi karena optimisme seputar perdagangan saham AI dan harapan akan kinerja laba perusahaan yang kuat mendorong kenaikan saham teknologi.

Mengutip Reuters, pada pukul 09.31 pagi waktu setempat (ET), Dow Jones Industrial Average naik 164,45 poin atau 0,32% menjadi 51.432,35; S&P 500 naik 37,77 poin atau 0,48% menjadi 7.811,72; dan Nasdaq Composite naik 162,58 poin atau 0,59% menjadi 27.639,89.

Indeks S&P 500 naik hingga 0,6% ke level 7.817,13 poin, melampaui rekor intraday sebelumnya di angka 7.816,7 poin yang dicapai pada 13 Agustus. 

Indeks Nasdaq yang didominasi saham teknologi juga diperdagangkan pada rekor tertinggi.

Baca Juga: Rupiah Diproyeksi Fluktuatif, Ini Sentimen yang Membayangi Perdagangan Rabu (7/10)

Optimisme seputar perdagangan saham terkait AI dan ekspektasi laba perusahaan yang kuat telah membantu mengangkat saham AS belakangan ini, meskipun terdapat kenaikan harga energi dan kondisi pasar obligasi yang fluktuatif selama musim panas yang memicu kekhawatiran akan kebijakan moneter yang lebih ketat.

Pada Selasa pagi, sebagian besar saham berkapitalisasi sangat besar (megacap) dan saham pertumbuhan (growth stocks) bergerak naik seiring turunnya imbal hasil obligasi pemerintah dari level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir serta penurunan harga minyak.

Saham Nvidia naik 0,9% dalam perdagangan pre market. Perusahaan tersebut terakhir kali memiliki valuasi sebesar US$ 5,81 triliun.

Indeks Nasdaq yang didominasi saham teknologi ditutup pada rekor tertinggi hari Senin, didorong oleh saham-saham raksasa seperti Nvidia dan Microsoft, seiring investor terus bertaruh pada lonjakan tren AI yang telah membawa pasar saham ke rekor tertinggi.

Indeks acuan S&P 500 ditutup hanya 0,6% di bawah puncak pertengahan Agustus, sehingga mempertahankan tren pasar bullish yang dimulai pada Oktober 2022.

Optimisme seputar investasi AI dan ekspektasi kinerja keuangan perusahaan yang kuat telah membantu saham AS mengungguli pasar global selama enam bulan terakhir, meskipun terdapat harga energi yang lebih tinggi dan volatilitas pasar obligasi selama musim panas yang memicu kekhawatiran akan kebijakan moneter yang lebih ketat.

"Antusiasme terhadap investasi AI tampaknya masih berlanjut, karena data lapangan kerja AS yang lemah dan penundaan kenaikan suku bunga The Fed bulan Oktober membuat investor menyambut positif nilai valuasi saat ini bagi perusahaan-perusahaan dengan pertumbuhan tinggi," ujar Charalampos Pissouros, analis pasar senior di Trading Point. 

Baca Juga: Rupiah Tertekan Gejolak Global, Ini Proyeksi hingga Akhir 2026

Imbal hasil obligasi Treasury tenor 30 tahun turun menjadi 5,62%, setelah sempat menyentuh level tertinggi sejak 2002 di angka 5,702% sehari sebelumnya, sementara imbal hasil obligasi acuan tenor 10 tahun juga mengalami penurunan.

Laporan data ketenagakerjaan (payrolls) pekan lalu yang lebih lemah dari perkiraan telah meredakan ekspektasi mengenai kenaikan suku bunga tahun ini. Menurut perangkat FedWatch milik CME Group, para pelaku pasar kini melihat adanya peluang sebesar 78% bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tetap stabil bulan ini, meskipun kenaikan suku bunga pada bulan Desember sebagian besar sudah diperhitungkan dalam pasar.

Pada hari Selasa ini, setidaknya empat pejabat The Fed, termasuk Presiden The Fed New York John Williams, dijadwalkan untuk menyampaikan pernyataan di hadapan publik.

Harga minyak turun hampir 2% pada hari Selasa; minyak mentah Brent diperdagangkan pada level $98,35 karena ekspor minyak mentah Timur Tengah yang tetap kuat serta pelepasan cadangan darurat oleh negara-negara G7 telah meredakan kekhawatiran mengenai pasokan.

Baca Juga: BI Agresif Menahan Rupiah dengan SRBI, Tapi Sejumlah Faktor Ini Masih Jadi Tantangan

Saham-saham kelompok Magnificent Seven bergerak naik tipis, dengan Meta, Tesla, dan Amazon.com masing-masing mencatat kenaikan lebih dari 0,5%.

Musim laporan keuangan kuartal ketiga akan dimulai pekan depan. Berdasarkan data LSEG, para analis rata-rata memperkirakan laba perusahaan-perusahaan S&P 500 akan melonjak lebih dari 30% secara tahunan  pada kuartal tersebut, terutama didorong oleh saham-saham yang terkait dengan AI.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Video Terkait



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×