kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.561.000   -13.000   -0,51%
  • USD/IDR 17.960   33,00   0,18%
  • IDX 5.864   -79,24   -1,33%
  • KOMPAS100 761   -9,05   -1,18%
  • LQ45 590   -4,50   -0,76%
  • ISSI 201   -3,89   -1,90%
  • IDX30 329   -2,36   -0,71%
  • IDXHIDIV20 423   -1,46   -0,34%
  • IDX80 87   -0,86   -0,97%
  • IDXV30 116   -0,59   -0,51%
  • IDXQ30 108   -0,38   -0,35%

Wall Street Menguat, Investor Beralih dari Saham AI ke Sektor Kesehatan


Jumat, 16 Oktober 2026 / 05:00 WIB
Wall Street Menguat, Investor Beralih dari Saham AI ke Sektor Kesehatan
ILUSTRASI. Indeks Utama Wall Street ditutup menguat pada akhir perdagangan Kamis (15/10/2026). (REUTERS/Jeenah Moon)


Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Indeks Utama Wall Street ditutup menguat pada akhir perdagangan Kamis (15/10/2026). Investor beralih dari saham-saham sektor kecerdasan buatan (AI) ke saham-saham sektor kesehatan dan consumer lainnya seperti Eli Lilly dan UnitedHealth.

Mengutip Reuters, indeks S&P 500 naik 0,33% ke level 7.744,06, indeks Nasdaq menguat 0,08% menjadi 26.713,03 poin, sementara Dow Jones Industrial Average naik 1,08% menjadi 52.177,69 poin.

Delapan dari 11 indeks sektor S&P 500 naik, dipimpin oleh sektor kesehatan yang naik 1,84%, diikuti oleh sektor material dengan kenaikan 1,71%.

Baca Juga: IHSG Ambles 1,33% ke 5.863, Cermati Saham yang Banyak Dijual Asing, Kamis (15/10)

Sejumlah saham teknologi turun karena investor mencermati perusahaan-perusahaan yang terkait dengan AI, yang memiliki beban utang besar sehingga rentan terhadap kenaikan suku bunga.

Saham perusahaan farmasi Eli Lilly naik lebih dari 3%, UnitedHealth menguat 2,8%, dan Walmart naik 1,4% setelah mendapatkan peningkatan peringkat (rating) dari Deutsche Bank. Ketiga perusahaan tersebut menjadi kontributor utama kenaikan indeks S&P 500 pada sesi perdagangan ini.

Saham Nvidia turun 1,8% setelah produsen cip TSMC menyampaikan pandangan yang berhati-hati untuk tahun 2027, meskipun perusahaan tersebut melaporkan rekor laba kuartalan untuk keenam kalinya secara berturut-turut berkat permintaan yang kuat di sektor AI.

Saham Dell Technologies anjlok 6,9% dan Hewlett Packard Enterprise turun 7,1%. Kedua produsen server tersebut kembali mencatat penurunan tajam, menyusul pelemahan pada sesi sebelumnya yang dipicu oleh kekhawatiran mengenai perusahaan-perusahaan AI yang terpapar risiko kenaikan biaya pinjaman.

Baca Juga: Saham JARR dan PGUN Jadi Agunan Kredit, Analis Tekankan Fundamental

Imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS (Treasuries) tenor 10 tahun sempat turun, namun tetap berada di dekat level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir, di tengah kekhawatiran investor terhadap inflasi yang dipicu oleh tingginya harga minyak.

"Biaya untuk membiayai berbagai hal—mulai dari pembangunan rumah tinggal hingga pusat data berskala besar—terus meningkat, dan kondisi ini berdampak pada banyak aspek di pasar saham," ujar Jed Ellerbroek, manajer portofolio di Argent Capital Management yang berbasis di St. Louis. 

"Saham-saham dengan kinerja terbaik hari ini adalah saham dari sektor non-siklikal atau bisnis yang bersifat defensif."

Data yang dirilis pada Kamis (15/10/2026) menunjukkan bahwa harga produsen AS pada September mencatat kenaikan terbesar dalam 4,5 tahun terakhir, seiring dengan meningkatnya biaya barang dan jasa. Hal ini menjadi indikasi terbaru bahwa inflasi telah meluas ke luar sektor produk energi.

Data inflasi konsumen yang lebih tinggi dari perkiraan pada hari Rabu memicu ekspektasi akan adanya kenaikan suku bunga lebih lanjut oleh Federal Reserve AS, yang turut berkontribusi pada aksi jual di Wall Street. 

"Terjadi sedikit rotasi pada saham-saham perusahaan besar, namun hal ini bukan pertama kalinya kita melihatnya. Fenomena ini tampaknya muncul setiap beberapa bulan sekali, ditambah lagi dengan adanya kekhawatiran seputar kecerdasan buatan (AI)," ujar Joe Saluzzi, salah satu kepala perdagangan ekuitas di Themis Trading yang berbasis di Chatham, New Jersey.

Baca Juga: Wall Street Bervariasi, Nasdaq Turun 1,24% Dibayangi Kekhawatiran Suku Bunga

Berdasarkan perangkat FedWatch dari CME, para pelaku pasar suku bunga memperkirakan adanya peluang sebesar 67% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada pertemuan kebijakan bulan Desember—naik dari probabilitas 62% pada hari Rabu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Video Terkait



TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×