kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Wall Street memerah akibat kecemasan Eropa


Kamis, 28 Maret 2013 / 04:14 WIB
ILUSTRASI. Petugas medis dengan alat pelindung diri melakukan uji usap pada pelajar sekolah menengah di lokasi uji asam nukleat, menyusul kasus baru virus corona (COVID-19), di Fuzhou, provinsi Fujian, China, Rabu (15/9/2021). cnsphoto/via REUTERS


Sumber: Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

NEW YORK. Wall Street ditutup di zona hijau tradi malam (27/3) di New York. Data yang dihimpun Bloomberg menunjukkan, pada pukul 16.00 waktu New York, indeks Standard & Poor's 500 turun 0,1% menjadi 1.562,85. Padahal, pada transaksi sebelumnya, indeks S&P 500 sempat turun sebesar 0,8%. Sementara, indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,2% menjadi 14.526,16.

Transaksi tadi malam melibatkan sekitar 5,2 miliar saham. Angka tersebut 18% lebih rendah dibanding volume transaksi rata-rata tiga bulanan.

Pergerakan sejumlah saham turut mempengaruhi bursa AS. Saham-saham perbankan dilanda aksi jual terutama setelah JPMorgan Chase & Co dan Citigroup Inc turun sebesar 0,8%. Selain itu ada pula saham Natural Resources Inc yang anjlok 14% setelah Morgan Stanley memangkas rekomendasi untuk saham ini.

Sementara, saham Apple Inc merosot 2% setelah Pacific Crest memprediksikan Apple tidak akan mencapai target pendapatan. Sementara, saham Humana Inc dan UnitedHealth Group Inc naik setidaknya 1,7%.

Aksi jual yang melanda mayoritas saham-saham AS dipicu oleh kecemasan investor mengenai krisis utang Eropa. Selain itu, ada pula sentimen dari dalam negeri berupa data penjualan rumah yang tertunda di AS mencatatkan penurunan pada Februari lalu.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×