kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45845,50   -13,12   -1.53%
  • EMAS1.347.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Wall Street Melonjak Lebih dari 1% Ditopang Kinerja Emiten


Rabu, 01 Februari 2023 / 05:27 WIB
Wall Street Melonjak Lebih dari 1% Ditopang Kinerja Emiten
ILUSTRASI. Wall Street melesat pada perdagangan Selasa (31/1) saat Federal Reserve tengah membahas potensi kenaikan suku bunga selanjutnya.


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wall Street melesat pada perdagangan Selasa (31/1) saat Federal Reserve tengah membahas potensi kenaikan suku bunga selanjutnya. 

Selasa (31/1), Dow Jones Industrial Average naik 368,95 poin atau 1,09% menjadi 34.086,04. Indeks S&P 500 naik 58,83 poin atau 1,46% menjadi 4.076,6. Nasdaq Composite bertambah 190,74 poin, atau 1,67%, menjadi 11.584,55. Seluruh 11 sektor S&P 500 berakhir di wilayah positif, dipimpin oleh material dan pilihan konsumen, keduanya naik lebih dari 2%.

Data biaya tenaga kerja mendukung pendekatan agresif Federal Reserve untuk menjinakkan inflasi sehari menjelang keputusan kebijakan penting bank sentral.

Investor juga mencerna laporan pendapatan emiten yang ramai dirilis. Harga saham Exxon Mobil Corp dan United Parcel Service Inc naik mengikuti hasil masing-masing. Sementara Caterpillar Inc dan McDonald's Corp berakhir melemah setelah hasil mereka.

Baca Juga: Rekomendasi Teknikal Saham HRUM, SRTG, dan MIKA untuk Hari Ini, Rabu (1/2)

Indeks S&P 500 mencatat kenaikan Januari pertamanya sejak 2019. Indeks saham acuan ini naik 6,2%. Sementara Nasdaq yang padat teknologi melonjak 10,7% sepanjang Januari, persentase kenaikan Januari terbesar sejak 2001.

Data Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat (AS) menunjukkan, biaya tenaga kerja AS meningkat pada laju paling lambat dalam satu tahun pada kuartal keempat karena pertumbuhan upah melambat. Bank sentral AS pada hari Rabu diperkirakan akan menaikkan suku bunga dana Fed sebesar 25 basis poin, menyusul tahun 2022 di mana Fed secara agresif meningkatkan suku bunga untuk mengendalikan inflasi yang melonjak.

"Data biaya tenaga kerja menunjukkan bahwa mungkin apa yang telah dilakukan Fed berhasil dan kita sedang bersiap untuk kenaikan suku bunga," kata Peter Tuz, presiden Chase Investment Counsel di Charlottesville, Virginia kepada Reuters.

Selain keputusan suku bunga Fed pada hari Rabu, konferensi pers Gubernur The Fed Jerome Powell akan dicermati. Investor menunggu sinyal dari Powell mengenai siklus kenaikan suku bunga dan untuk tanda-tanda berapa lama suku bunga bisa tetap tinggi.

Baca Juga: Wall Street Dibuka Naik, Data Ekonomi Terbaru Redakan Kekhawatiran Inflasi (31/1)

"Jerome Powell dan tim mungkin melihat pelonggaran kondisi keuangan yang telah terjadi selama sebulan terakhir, dan kita akan melihat apakah mereka mencoba untuk melawannya sampai batas tertentu," kata Mona Mahajan, ahli strategi investasi senior di Edward Jones. "Saya rasa mereka tidak ingin pasar bergerak terlalu jauh, terlalu cepat juga."

Dalam berita pendapatan, saham Exxon Mobil naik 2,2% setelah perusahaan minyak besar itu membukukan laba bersih US$ 56 miliar untuk tahun 2022. Exxon Mobil tidak hanya menetapkan rekor perusahaan tetapi juga tertinggi bersejarah untuk industri minyak Barat.

Harga saham United Parcel Service naik 4,7% setelah laba kuartalannya melampaui perkiraan. Sementara harga saham General Motors Co melonjak 8,3% setelah memperkirakan pendapatan yang lebih kuat dari perkiraan untuk tahun 2023.

Harga saham Caterpillar merosot 3,5% karena pendapatan kuartal keempat pembuat mesin itu turun 29%. Harga saham McDonald's turun 1,3% setelah rantai burger memperingatkan inflasi akan membebani margin pada 2023.

Minggu yang sibuk untuk pasar juga akan mencakup laporan dalam beberapa hari mendatang dari Apple Inc, Amazon.com Inc dan Alphabet Inc, pertemuan bank sentral di Eropa dan laporan ketenagakerjaan bulanan AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung Negotiation For Everyone

[X]
×