kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.824   22,00   0,13%
  • IDX 8.305   13,63   0,16%
  • KOMPAS100 1.172   0,49   0,04%
  • LQ45 841   -0,78   -0,09%
  • ISSI 297   0,89   0,30%
  • IDX30 436   0,26   0,06%
  • IDXHIDIV20 521   0,36   0,07%
  • IDX80 131   -0,01   -0,01%
  • IDXV30 143   0,56   0,40%
  • IDXQ30 141   -0,06   -0,04%

Wall Street konsolidasi usai cetak rekor


Kamis, 03 Agustus 2017 / 21:36 WIB
Wall Street konsolidasi usai cetak rekor


Sumber: CNBC | Editor: Dupla Kartini

NEW YORK. Bursa Wall Street dibuka cenderung turun, Kamis (3/8), setelah Dow Jones mencetak rekor tertinggi pada sesi kemarin. Pasar konsolidasi sembari menanti data sektor tenaga kerja Amerika Serikat.

Mengutip CNBC, pukul 21.16 WIB, Nasdaq turun 0,33% ke level 6.341,87. Indeks S&P 500 tergerus 0,20% ke posisi 2.472,71, terutama dipicu saham sektor teknologi informasi.

Hanya, Dow Jones Industrial Average (DJIA) naik tipis 0,02% ke level 22.020,86. Kemarin, DJIA menembus level 22.000 untuk pertama kalinya dalam sejarah. Laju indeks disokong saham Apple yang melesat usai merilis laporan keuangan yang melebihi ekspektasi pasar.

"Setelah pasar mencapai rekor yang begitu besar, biasa terjadi konsolidasi teknis," kata Randy Frederick, wakil presiden trader dan derivatif di Charles Schwab seperti dilansir CNBC. Konsolidasi artinya kondisi di mana harga menetap pada level tertentu tanpa banyak pergerakan.

"Saya tidak terkejut jika besok terjadi beberapa gerakan menyamping menjelang laporan sektor tenaga kerja, dengan pergerakan pasar mendatar atau bahkan sedikit turun," lanjut Frederick.

Secara keseluruhan, hasil laporan kinerja perusahaan kuartal cukup kuat. Bahkan, sebagian besar perusahaan besar melaporkan pendapatan dan laba yang lebih baik dari perkiraan.

Selanjutnya, investor mungkin akan mencermati laporan bulanan Biro Statistik Tenaga Kerja AS. Analis memperkirakan ada tambahan 185.000 pekerjaan per Juli.

"Kami sangat ingin melihat jumlah pekerjaan karena terkait langsung dengan apa yang akan dilakukan (The Fed)," kata Jim Davis, manajer investasi regional untuk The Private Client Group.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×