kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Rekor baru, Dow Jones tembus 22.000


Rabu, 02 Agustus 2017 / 21:42 WIB


Sumber: CNBC | Editor: Dupla Kartini

NEW YORK. Dow Jones Industrial Average (DJIA) mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah pada perdagangan Rabu (2/8). Indeks menembus level 22.000 untuk pertama kalinya.

Dow Jones membutuhkan waktu lebih dari lima bulan hingga mampu menembus level 22.000 dari posisi 21.000. Hingga pukul 09.31 WIB, DJIA tercatat naik 0,27% ke level 22.023,30.

Laju Dow Jones terutama disokong kenaikan saham Apple. Saham raksasa teknologi itu melesat 6% setelah merilis laporan kinerja yang melebihi ekspetasi pasar. Laba bersih per saham mencapai US$ 1,67 dengan pendapatan sebesar US$ 45,4 miliar. Kinerja tersebut melebihi perkiraan analis, yaitu laba bersih per saham sebesar US$ 1,57 dengan pendapatan US$ 44,89 miliar.

Analis Drexel Hamilton, Brian White, melihat potensi kenaikan yang lebih besar pada saham Apple. "Saya yakin investor sekarang akan merasa lebih percaya diri membeli saham dengan akan hadirnya iPhone 8 yang akan datang, valuasi menarik dan inovasi baru yang potensial," tulisnya dalam catatan, seperti dilansir CNBC, Rabu.

Mengekor Apple, saham Amazon, Alphabet dan Netflix juga melesat. Dukungan saham tersebut menggiring Nasdaq naik 0,45%, meski kemudian tergelincir 0,33% menjadi 6.341,80 pukul 09.31 WIB. Adapun, indeks S&P 500 terkoreksi 0,25% menjadi 2.470,15.

Pelaku pasar di Wall Street juga menyoroti data ekonomi utama Paman Sam. ADP melaporkan, perusahaan swasta menambah 178.000 lapangan pekerjaan bulan lalu. Jumlah itu di bawah perkiraan, yaitu 185.000 pekerjaan.

"Bagaimanapun, pertumbuhan pekerjaan di kisaran 150.000 masih cukup untuk terus menurunkan tingkat pengangguran," kata Peter Boockvar, kepala analis pasar di The Lindsey Group.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×