kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Wall Street kembali merah di New York


Kamis, 15 Januari 2015 / 05:03 WIB
ILUSTRASI. Periksa Kurs Dollar-Rupiah di Bank Mandiri Hari Ini Kamis, 27 Juli 2023./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/20/03/2023.


Sumber: Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

NEW YORK. Bursa AS berakhir negatif pada penutupan transaksi tadi malam (14/1). Menilik data yang dirilis Bloomberg, pada pukul 16.00 waktu New York, indeks S&P 500 turun 0,6% menjadi 2.011,27. Sebelumnya, indeks S&P 500 sempat anjlok sebesar 1,7%. Sedangkan indeks Dow Jones Industrial Average turun 1,1% menjadi 17.427,09.

Bursa AS berhasil meminimalisir penurunan setelah harga minyak yang sempat jatuh 1,9% kembali reli pada transaksi sore waktu setempat.

Pergerakan sejumlah saham turut mempengaruhi bursa AS. Beberapa di antaranya yakni: Freeport-McMoRan Inc yang turun 11% setelah harga tembaga merosot 5,3%; JPMorgan Chase & Co turun 3,5% setelah membukukan penurunan laba kuartal empat; dan Wal-Mart Stores Inc turun 3% seiring langkah Bank Dunia yang memangkas outlook pertumbuhan ekonomi global.

"Pelaku pasar saat ini mulai cemas karena penurunan harga komoditas. Kita ketahui bersama hal itu disebabkan melempemnya pertumbuhan ekonomi global. AS tidak dapat menyokong sendiri perekonomian dunia dan penjualan ritel sudah mendapatkan peringatan dini atas kondisi ini," jelas Tom Stringfellow, President and Chief Investment Officer Frost Investment Advisors LLC.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×