kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.593.000   1.000   0,04%
  • USD/IDR 17.758   51,00   0,29%
  • IDX 6.452   -9,43   -0,15%
  • KOMPAS100 854   -1,11   -0,13%
  • LQ45 649   -1,32   -0,20%
  • ISSI 223   0,07   0,03%
  • IDX30 360   -1,28   -0,35%
  • IDXHIDIV20 449   -1,44   -0,32%
  • IDX80 98   -0,15   -0,16%
  • IDXV30 124   0,09   0,07%
  • IDXQ30 116   -0,45   -0,38%

Wall Street kembali merah di New York


Kamis, 15 Januari 2015 / 05:03 WIB
ILUSTRASI. Periksa Kurs Dollar-Rupiah di Bank Mandiri Hari Ini Kamis, 27 Juli 2023./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/20/03/2023.


Sumber: Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

NEW YORK. Bursa AS berakhir negatif pada penutupan transaksi tadi malam (14/1). Menilik data yang dirilis Bloomberg, pada pukul 16.00 waktu New York, indeks S&P 500 turun 0,6% menjadi 2.011,27. Sebelumnya, indeks S&P 500 sempat anjlok sebesar 1,7%. Sedangkan indeks Dow Jones Industrial Average turun 1,1% menjadi 17.427,09.

Bursa AS berhasil meminimalisir penurunan setelah harga minyak yang sempat jatuh 1,9% kembali reli pada transaksi sore waktu setempat.

Pergerakan sejumlah saham turut mempengaruhi bursa AS. Beberapa di antaranya yakni: Freeport-McMoRan Inc yang turun 11% setelah harga tembaga merosot 5,3%; JPMorgan Chase & Co turun 3,5% setelah membukukan penurunan laba kuartal empat; dan Wal-Mart Stores Inc turun 3% seiring langkah Bank Dunia yang memangkas outlook pertumbuhan ekonomi global.

"Pelaku pasar saat ini mulai cemas karena penurunan harga komoditas. Kita ketahui bersama hal itu disebabkan melempemnya pertumbuhan ekonomi global. AS tidak dapat menyokong sendiri perekonomian dunia dan penjualan ritel sudah mendapatkan peringatan dini atas kondisi ini," jelas Tom Stringfellow, President and Chief Investment Officer Frost Investment Advisors LLC.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×