Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Indeks saham Amerika Serikat bergerak melemah pada perdagangan Kamis (29/1/2026), dengan S&P 500 memangkas kenaikan awal dan Nasdaq turun sekitar 1%.
Melansir Reuters pukul 09.56 waktu setempat, Dow Jones Industrial Average naik 98,47 poin atau 0,20% ke level 49.114,07.
Sementara itu, S&P 500 turun 23,29 poin atau 0,33% ke 6.954,74, dan Nasdaq Composite merosot 248,24 poin atau 1,04% ke 23.609,21.
Baca Juga: Harga Emas Antam Melonjak, Prospek Emas Global Diproyeksi Tetap Bullish pada 2026
Seiring investor mencerna laporan kinerja perusahaan teknologi besar yang menunjukkan lonjakan belanja kecerdasan buatan (AI), sementara Federal Reserve mempertahankan suku bunga sesuai ekspektasi pasar.
Tekanan terbesar datang dari saham Microsoft yang anjlok 11,3% setelah kinerja pendapatan cloud perusahaan dinilai mengecewakan.
Pelemahan ini memicu kekhawatiran bahwa investasi besar Microsoft dalam kemitraan OpenAI belum menghasilkan monetisasi yang sepadan dalam waktu dekat.
Sektor perangkat lunak juga ikut menekan pasar setelah SAP menyampaikan prospek bisnis cloud yang berhati-hati.
Baca Juga: Rupiah Melemah ke Rp 16.755 per Dolar AS, Begini Proyeksi Jumat (30/1)
Penurunan tajam saham ServiceNow hampir 10% memperdalam kecemasan investor bahwa perusahaan perangkat lunak tradisional berisiko tertinggal di tengah persaingan yang semakin ketat dari pemain berbasis AI.
Saham Salesforce turun 5,6%, sementara Adobe dan perusahaan keamanan cloud Datadog masing-masing melemah 3,1%.
Di sisi lain, Meta Platforms melonjak hampir 8% setelah merilis proyeksi pendapatan yang optimistis, meskipun belanja modal (capex) tahun ini meningkat tajam hingga 73%.
Tesla justru turun 1% meski mengumumkan rencana untuk lebih dari dua kali lipat belanja modal ke level tertinggi sepanjang sejarah.
“Laporan kinerja dan pergerakan saham perusahaan teknologi besar akan menjadi narasi utama pasar, terutama setelah keputusan The Fed,” ujar Adam Turnquist, Chief Technical Strategist LPL Financial.
Menurutnya, investor kini semakin fokus pada kualitas permintaan AI dan seberapa besar imbal hasil nyata dari investasi tersebut.
Baca Juga: Jasa Marga (JSMR) Rilis Obligasi Berkelanjutan Rp 2,07 Triliun Tawarkan Kupon 6,75%
Hasil terbaru dari tiga perusahaan dalam kelompok “Magnificent Seven” menunjukkan investor masih bersedia menoleransi belanja AI yang masif, selama ada harapan keuntungan yang jelas di masa depan.
Kelompok ini menyumbang sekitar sepertiga dari kapitalisasi pasar S&P 500 dan menjadi motor reli saham AS dalam beberapa waktu terakhir, meski valuasinya tetap premium.
Saham Apple turun tipis 0,2% menjelang pengumuman kinerja setelah penutupan pasar. Secara keseluruhan, indeks sektor teknologi melemah sekitar 3%.
Kinerja Emiten Beragam
Di luar sektor teknologi, saham Caterpillar dan Mastercard masing-masing menguat 3,5% dan 0,7% setelah membukukan laba kuartalan yang lebih baik dari perkiraan. Indeks saham sektor industri naik sekitar 1%.
Saham kontraktor pertahanan Lockheed Martin melonjak hampir 8% usai memproyeksikan laba 2026 di atas ekspektasi Wall Street.
Baca Juga: Wall Street Dibuka Variatif Kamis (29/1), Pasar Cerna Lonjakan Belanja AI Big Tech
Southwest Airlines juga melesat 12,4% setelah memperkirakan laba tahunan yang lebih kuat dari perkiraan. Sementara itu, IBM naik sekitar 6% setelah melampaui estimasi laba kuartal IV.
Indeks sektor energi S&P 500 menguat 2%, seiring kenaikan harga minyak di tengah meningkatnya kekhawatiran potensi serangan militer AS terhadap Iran.
The Fed dan Data Ekonomi
Data ekonomi menunjukkan klaim awal tunjangan pengangguran AS turun tipis menjadi 209.000 pada pekan lalu, mengindikasikan tingkat pemutusan hubungan kerja yang masih relatif rendah, meski perekrutan tenaga kerja dinilai masih lesu.
Ketua The Fed Jerome Powell menegaskan bank sentral akan tetap bergantung pada data ekonomi, dengan risiko inflasi dan pelemahan pasar tenaga kerja dinilai mulai mereda.
Pelaku pasar tetap memperkirakan pemangkasan suku bunga pertama terjadi pada Juni, berdasarkan CME FedWatch Tool.
Baca Juga: IHSG Bergerak Volatil Hari Ini (29/1), Simak Proyeksinya Besok (30/1)
Di sisi politik, Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Minoritas Senat Chuck Schumer dilaporkan tengah berupaya menyepakati pembatasan baru bagi agen imigrasi federal, langkah yang berpotensi mencegah penutupan sebagian pemerintahan menjelang tenggat Jumat tengah malam.
Sementara itu, saham perusahaan tambang logam tanah jarang melemah setelah muncul laporan bahwa pemerintahan Trump akan mundur dari kebijakan harga dasar mineral kritis. Saham USA Rare Earth anjlok 16%, MP Materials turun 10%, sedangkan Critical Metals dan United States Antimony masing-masing merosot lebih dari 14%.
Selanjutnya: Jejak Bakrie Grup dalam Perminas yang Bakal Kuasai Tambang Emas Martabe
Menarik Dibaca: Hasil Thailand Masters 2026, 12 Wakil Indonesia Melaju ke Perempatfinal
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













