kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.623.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.032   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.236   49,76   0,80%
  • KOMPAS100 817   5,56   0,69%
  • LQ45 621   2,39   0,39%
  • ISSI 215   1,38   0,65%
  • IDX30 350   1,18   0,34%
  • IDXHIDIV20 430   0,35   0,08%
  • IDX80 93   0,50   0,54%
  • IDXV30 118   0,33   0,28%
  • IDXQ30 112   0,18   0,16%

Wall Street Ditutup Menguat, Amazon Redakan Kekhawatiran Investor Terkait AI


Sabtu, 01 Agustus 2026 / 05:55 WIB
Diperbarui Sabtu, 01 Agustus 2026 / 06:00 WIB
Wall Street Ditutup Menguat, Amazon Redakan Kekhawatiran Investor Terkait AI
ILUSTRASI. Wall Street ditutup menguat setelah kinerja Amazon mengembalikan optimisme terhadap prospek AI, meski saham Apple tertekan akibat kendala pasokan. (REUTERS/Brendan McDermid)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Jumat (31/7/2026), didorong lonjakan saham Amazon yang berhasil mengembalikan optimisme investor terhadap prospek investasi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Laporan keuangan Amazon yang melampaui ekspektasi meredakan kekhawatiran pasar bahwa belanja besar-besaran untuk pengembangan infrastruktur AI belum mampu menghasilkan imbal balik yang sepadan.

Melansir Reuters, Indeks S&P 500 ditutup naik 0,70% ke level 7.489,72, Nasdaq menguat 1% menjadi 25.373,85, sementara Dow Jones Industrial Average bertambah 0,53% ke posisi 52.485,03.

Lonjakan kinerja Amazon meredakan kekhawatiran investor bahwa investasi besar di AI tidak akan memberikan hasil.

Baca Juga: Wall Street Dibuka Naik Jumat (31/7), Lonjakan Saham Amazon Redam Tekanan dari Apple

Saham Amazon melonjak lebih dari 15% setelah perusahaan membukukan pertumbuhan pendapatan kuartalan tertinggi dalam lebih dari empat tahun.

Kinerja unit komputasi awan Amazon Web Services (AWS) yang solid memperkuat keyakinan bahwa belanja AI masih mampu mendorong pertumbuhan bisnis di masa depan.

Optimisme tersebut melanjutkan sentimen positif yang sebelumnya dipicu oleh Microsoft. Setelah pada Kamis lalu melonjak lebih dari 15% usai memproyeksikan pertumbuhan bisnis cloud yang lebih kuat dari perkiraan, saham Microsoft kembali naik 3% pada perdagangan Jumat.

Selama beberapa pekan terakhir, pasar global sempat dihantui kekhawatiran bahwa perusahaan teknologi menggelontorkan dana terlalu besar untuk membangun pusat data AI, sementara manfaat finansialnya dinilai membutuhkan waktu lebih lama untuk terealisasi.

Kekhawatiran itu sempat menekan saham-saham teknologi yang selama beberapa tahun terakhir menjadi motor penggerak utama reli Wall Street.

Di sisi lain, kinerja Apple justru menjadi penekan pasar. Saham perusahaan itu anjlok 7,4% setelah manajemen memperingatkan adanya kendala pasokan yang diperkirakan akan membatasi pertumbuhan penjualan.

Baca Juga: Wall Street Menguat, Ditopang Kenaikan Saham Microsoft

Peringatan tersebut juga memicu kekhawatiran bahwa kenaikan harga iPhone dapat melemahkan permintaan konsumen.

Penurunan saham Apple membuat indeks sektor teknologi S&P 500 tertekan 0,54%, meski sejumlah saham teknologi lainnya masih mencatatkan kenaikan.

Saham Monolithic Power Systems, misalnya, melonjak lebih dari 8% setelah memproyeksikan pendapatan kuartal ketiga di atas ekspektasi analis.

Volume transaksi di bursa AS juga meningkat tajam. Sebanyak 20,6 miliar saham berpindah tangan, jauh di atas rata-rata 17,1 miliar saham dalam 20 sesi perdagangan terakhir.

Secara mingguan, S&P 500 menguat 1,05%, sedangkan Nasdaq naik 1,59%. Namun secara bulanan, S&P 500 bergerak relatif datar sepanjang Juli, sementara Nasdaq masih turun 3,2%. Meski demikian, kedua indeks tersebut tetap mencatat kenaikan sekitar 9% sejak awal 2026.

Musim laporan keuangan emiten masih menjadi pendorong utama pasar. Berdasarkan data LSEG I/B/E/S, laba gabungan perusahaan anggota S&P 500 pada kuartal II 2026 diperkirakan melonjak 48% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dengan perusahaan-perusahaan yang terkait AI menjadi kontributor terbesar.

Valuasi pasar juga dinilai lebih menarik setelah koreksi harga saham beberapa waktu terakhir. Saat ini S&P 500 diperdagangkan pada sekitar 20 kali proyeksi laba, sedikit di atas rata-rata 10 tahun yang berada di kisaran 19 kali.

Baca Juga: Wall Street Ditutup Anjlok Tajam Pasca The Fed Pertahankan Suku Bunga Acuannya

Sementara itu, perhatian investor juga tertuju pada arah kebijakan moneter Amerika Serikat.

Tiga pejabat Federal Reserve yang sebelumnya berbeda pendapat dalam rapat kebijakan pekan ini kembali menyerukan perlunya kenaikan suku bunga untuk mempercepat penurunan inflasi menuju target 2%.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor dua tahun naik 5,4 basis poin menjadi 4,28%. Berdasarkan CME FedWatch, pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan Federal Reserve September sebesar 65%, turun dari 82% sepekan sebelumnya.

Di luar sektor teknologi, saham GoDaddy merosot hampir 17% setelah perusahaan mempersempit proyeksi pertumbuhan pendapatan tahunannya.

Baca Juga: Wall Street Dibuka Bervariasi Selasa (28/6), Nasdaq Tertekan Kekhawatiran Belanja AI

Pada perdagangan Jumat, S&P 500 mencatat empat saham yang menyentuh level tertinggi baru dan empat saham yang mencetak level terendah baru.

Sementara itu, Nasdaq membukukan 52 saham yang mencetak rekor tertinggi baru dan 131 saham yang menyentuh level terendah baru.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Video Terkait



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×