kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.623.000   25.000   0,96%
  • USD/IDR 17.766   5,00   0,03%
  • IDX 6.441   -21,27   -0,33%
  • KOMPAS100 842   -10,21   -1,20%
  • LQ45 640   -8,13   -1,25%
  • ISSI 225   0,94   0,42%
  • IDX30 356   -4,01   -1,11%
  • IDXHIDIV20 444   -5,92   -1,32%
  • IDX80 96   -1,24   -1,27%
  • IDXV30 122   -2,51   -2,02%
  • IDXQ30 115   -1,38   -1,19%

Wall Street Ditutup Beragam, Pasar Antisipasi Peluang The Fed Naikkan Bunga Oktober


Sabtu, 19 September 2026 / 05:44 WIB
Wall Street Ditutup Beragam, Pasar Antisipasi Peluang The Fed Naikkan Bunga Oktober
ILUSTRASI. Wall Street - The Fed (REUTERS/Brendan McDermid)


Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Wall Street menutup perdagangan Jumat (18/9/2026) dengan pergerakan beragam setelah menjalani pekan yang volatil. Kekhawatiran inflasi kembali menjadi perhatian investor karena imbal hasil (yield) US Treasury acuan menembus 5%, sementara harga minyak mentah bertahan di atas US$ 100 per barel.

Perdagangan Jumat sekaligus mengakhiri pekan yang terbagi dalam dua fase. Pada paruh pertama, investor dibayangi penantian terhadap keputusan kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) yang sudah diperkirakan pasar. Setelah keputusan tersebut, perhatian investor beralih pada dampak kebijakan moneter terhadap perekonomian dan pasar keuangan.

Penguatan saham semikonduktor menopang indeks Nasdaq Composite dan S&P 500. Namun, pelemahan saham secara lebih luas membuat Dow Jones Industrial Average berakhir di zona merah.

Baca Juga: Investor Asing Lepas Obligasi Asia US$457 Juta, Indonesia Diserbu US$1,3 Miliar

Pada penutupan Jumat, Dow Jones turun 95,40 poin atau 0,18% menjadi 51.682,64. Sementara itu, S&P 500 naik 12,74 poin atau 0,17% ke 7.650,50 dan Nasdaq Composite menguat 104,25 poin atau 0,40% menjadi 26.522,55.

Secara mingguan, S&P 500 mencatat penurunan tipis, sedangkan Nasdaq masih berakhir lebih tinggi dibandingkan penutupan Jumat pekan sebelumnya. Dow Jones mengalami penurunan mingguan secara persentase terbesar sejak Maret.

"Itu hampir seperti semua orang sampai di penghujung pekan dan kelelahan akibat seluruh aktivitas minggu ini, lalu memutuskan untuk bermain aman," ujar Chuck Carlson, Chief Executive Officer Horizon Investment Services di Hammond, Indiana, dikutip Reuters.

Menurut Carlson, banyak investor kini mencoba memahami bukan hanya dampak jangka pendek, tetapi juga konsekuensi jangka panjang dari kebijakan yang mungkin ditempuh The Fed terhadap pasar saham maupun investasi pendapatan tetap.

Investor juga cenderung enggan mengambil posisi besar menjelang akhir pekan karena masih terdapat risiko dari berbagai peristiwa eksternal yang dapat memicu pola perdagangan yang tidak menentu pada awal pekan depan.

Kekhawatiran terhadap inflasi tetap menjadi perhatian utama pasar setelah harga minyak mentah bertahan di atas US$ 100 per barel. Namun, harga minyak berbalik melemah dari level tertingginya pada sesi perdagangan.

Pergerakan tersebut terjadi setelah China, atas permintaan Arab Saudi, meminta Iran membatasi serangan kelompok Houthi terhadap infrastruktur minyak Arab Saudi.

Baca Juga: Pasar Saham Global Tertekan, Suku Bunga Tinggi dan Perang Timur Tengah Mengintai

Kenaikan harga minyak yang tajam telah mendorong harga diesel ke level rekor. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan tekanan inflasi secara lebih luas, terutama melalui kenaikan biaya pertanian dan pengiriman.

"Pasar tampaknya sangat terkait dengan pergerakan harga minyak. Jadi, ketika harga minyak bergerak naik dalam periode tertentu, saya pikir pasar mendapatkan sedikit tekanan tambahan," kata Carlson.

Perkembangan harga energi menjadi semakin penting bagi pasar setelah sejumlah bank sentral dunia memperketat kebijakan moneter untuk meredam inflasi yang dipicu oleh perang Iran.

Bank of Japan (BoJ) bahkan menaikkan suku bunga ke level tertinggi dalam 31 tahun, mengikuti langkah The Fed dan European Central Bank (ECB) dalam upaya mengendalikan inflasi global. Sementara itu, Bank of England menjadi pengecualian dengan mempertahankan suku bunga, meski tetap memberikan sinyal kemungkinan kenaikan di masa mendatang.

Ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga The Fed berikutnya juga kembali menguat. Berdasarkan CME FedWatch, pasar kini memperkirakan probabilitas sebesar 55,4% untuk kenaikan suku bunga pada pertemuan The Fed Oktober.

Angka tersebut meningkat dari 42,5% pada Jumat pekan sebelumnya dan hanya 7,2% sebulan lalu.

Di pasar saham, sektor teknologi menjadi sektor dengan kenaikan terbesar dari 11 sektor utama S&P 500. Sebaliknya, sektor utilitas mencatat penurunan persentase paling dalam.

Sejumlah saham mencatat pergerakan signifikan. Saham Berkshire Hathaway bergerak sedikit melemah setelah perusahaan mengumumkan Warren Buffett akan mundur dari posisi chairman dan menjadi chairman emeritus. Langkah tersebut terjadi sembilan bulan setelah Buffett menyerahkan posisi chief executive officer (CEO) kepada Greg Abel.

Saham Xenon Pharmaceuticals anjlok 30,7% setelah perusahaan menghentikan sementara pendaftaran peserta dalam uji klinis obat eksperimental untuk depresi berat dan bipolar. Keputusan tersebut diambil setelah muncul laporan mengenai efek samping.

Sebaliknya, saham perusahaan yang terkait dengan aset kripto menguat. Coinbase, Strategy dan Robinhood masing-masing naik antara 9,1% hingga 16,4%, seiring harga bitcoin yang melonjak 5,9%.

Meski indeks utama Wall Street ditutup relatif stabil, tekanan di pasar saham secara keseluruhan masih terlihat.

Di New York Stock Exchange (NYSE), saham yang turun mengungguli saham yang naik dengan rasio 1,78 banding 1. Sebanyak 92 saham mencatatkan level tertinggi baru, sementara 346 saham menyentuh level terendah baru.

Baca Juga: Bergerak Terbatas, Wall Street Ditutup Bervariasi di Akhir Pekan

Di Nasdaq, sebanyak 1.973 saham menguat dan 2.810 saham melemah. Rasio saham turun terhadap saham naik mencapai 1,42 banding 1.

S&P 500 mencatat lima saham yang mencapai level tertinggi dalam 52 minggu dan 30 saham yang mencatat level terendah baru. Sementara itu, Nasdaq Composite membukukan 45 saham yang mencapai level tertinggi baru dan 162 saham yang menyentuh level terendah baru.

Aktivitas perdagangan juga meningkat tajam. Volume transaksi di bursa Amerika Serikat mencapai 25,29 miliar saham, jauh di atas rata-rata 20 hari perdagangan terakhir yang sebesar 16,19 miliar saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×