kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.918   16,00   0,09%
  • IDX 7.177   -125,32   -1,72%
  • KOMPAS100 992   -21,04   -2,08%
  • LQ45 734   -12,74   -1,71%
  • ISSI 252   -5,92   -2,30%
  • IDX30 400   -7,31   -1,80%
  • IDXHIDIV20 499   -10,76   -2,11%
  • IDX80 112   -2,12   -1,86%
  • IDXV30 136   -1,93   -1,40%
  • IDXQ30 130   -2,64   -1,99%

Wall Street Dibuka Menguat pada Awal November, Didorong Optimisme Permintaan AI


Senin, 03 November 2025 / 21:51 WIB
Wall Street Dibuka Menguat pada Awal November, Didorong Optimisme Permintaan AI
ILUSTRASI. Indeks Utama Wall Street dibuka menguat pada awal perdagangan Senin (3/10/2025), didorong optimisme permintaan AI. REUTERS/Brendan McDermid


Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Indeks Utama Wall Street dibuka menguat pada awal perdagangan Senin (3/10/2025). 

Mengutip Reuters, pada bel pembukaan perdagangan, indeks Indeks Dow Jones Industrial Average naik 134,5 poin, atau 0,28% ke level 47.697,33. Indeks S&P 500 naik 42,1 poin, atau 0,62% ke level 6.882,32, sementara Nasdaq Composite naik 227,0 poin, atau 0,96% ke level 23.951,911.

Indeks acuan S&P 500 mencatat kenaikan bulanan keenam berturut-turut pada bulan Oktober, kenaikan terpanjang dalam empat tahun, sementara Nasdaq yang didominasi saham teknologi mencatat kenaikan terpanjang sejak Januari 2018 setelah semua perusahaan yang disebut Magnificent Seven yang telah melaporkan pendapatan mereka sejauh ini menunjukkan lonjakan belanja AI.

Baca Juga: Wall Street Menguat Ditopang Laba Amazon, Tapi Kekhawatiran Suku Bunga Redam Euforia

Investor akan memiliki lebih banyak petunjuk tentang permintaan AI, karena perusahaan semikonduktor termasuk Advanced Micro Devices dan Qualcomm akan melaporkan hasil kinerjanya minggu ini.

Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa chip tercanggih dari raksasa AI Nvidia akan disediakan untuk perusahaan-perusahaan AS dan tidak akan dipasok ke China dan negara-negara lain. Saham Nvidia naik 1,6% dalam perdagangan pre market.

Trump dan Presiden China Xi Jinping pekan lalu sepakat untuk meredakan ketegangan, termasuk penundaan tarif timbal balik selama satu tahun, tetapi perjanjian tersebut tidak banyak membantu mengatasi kesenjangan yang semakin dalam antara dua negara adidaya ekonomi dunia tersebut.

Fokus investr minggu ini akan tertuju pada data ekonomi sektor swasta untuk mengukur kesehatan ekonomi, dengan penutupan pemerintah AS terlama kedua berkontribusi pada kabut data dan ketidakpastian kebijakan moneter.

Investor akan mencermati data penggajian swasta ADP pada hari Rabu untuk melihat tanda-tanda kesehatan pasar tenaga kerja, terutama setelah Ketua Fed Jerome Powell pekan lalu meredam optimisme untuk penurunan suku bunga pada bulan Desember.

Baca Juga: Wall Street Menguat, Terangkat Proyeksi Kinerja Apple dan Amazon yang Optimistis

Sejumlah pejabat Fed menyuarakan ketidaknyamanan mereka dengan keputusan bank sentral untuk memangkas suku bunga pekan lalu, bahkan ketika Gubernur Fed Christopher Waller mengusulkan pelonggaran lebih lanjut untuk mendukung pasar tenaga kerja yang melemah.

Para pedagang kini memperkirakan peluang penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin pada bulan Desember sebesar 69%, lebih rendah dari perkiraan 90% seminggu sebelumnya, menurut perangkat FedWatch CME Group.

Sementara itu, Mahkamah Agung AS akan menggelar sidang kasus terkait legalitas tarif Trump pada hari Rabu, setelah pengadilan yang lebih rendah menyatakan bahwa pemerintah telah melampaui wewenang dengan mengenakan pungutan berdasarkan undang-undang yang dirancang untuk keadaan darurat.

Sebelum bel perdagangan, saham Kelas B Berkshire Hathaway naik 1,4% setelah konglomerat Warren Buffett tersebut melaporkan laba yang lebih tinggi untuk kuartal ketiga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×