Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka beragam pada Senin (19/10/2026), di tengah rebound saham-saham terkait kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) setelah terkoreksi tajam pada pekan lalu.
Penurunan harga minyak turut menopang sentimen pasar menjelang rilis laporan keuangan sejumlah perusahaan besar pekan ini.
Mengutip Reuters, indeks S&P 500 naik 43,3 poin atau 0,57% ke level 7.702,77 pada pembukaan perdagangan.
Nasdaq Composite menguat 255,3 poin atau 0,98% menjadi 26.395,287. Sebaliknya, Dow Jones Industrial Average turun 23,8 poin atau 0,05% ke posisi 51.978,58.
Baca Juga: Tujuh Emiten Buyback Saham saat IHSG Anjlok, Efektif Tahan Tekanan Jual?
Penguatan tersebut terjadi setelah S&P 500 dan Nasdaq mencatatkan penurunan mingguan terbesar sejak akhir Juni pada Jumat (16/10).
Tekanan jual sebelumnya dipicu kekhawatiran bahwa suku bunga tinggi dapat menekan investasi infrastruktur AI, terutama pada perusahaan yang mengoperasikan pusat data.
Investor juga semakin mencermati besarnya biaya pengembangan AI dan kemampuan perusahaan membiayai investasi tersebut.
Kekhawatiran ini menekan saham-saham teknologi yang selama ini menjadi penopang reli pasar saham Amerika Serikat.
Pada perdagangan prapembukaan Senin, saham CoreWeave melonjak 6,6% setelah anjlok lebih dari 25% sepanjang pekan lalu. Saham produsen semikonduktor Broadcom dan Micron masing-masing naik lebih dari 3%.
Saham berkapitalisasi besar juga cenderung menguat. Nvidia dan Amazon naik lebih dari 2%, sementara Meta mencatatkan kenaikan tipis.
Baca Juga: Penjualan SBR015 Tembus Rp 12,1 Triliun, Ini Rincian Serapan Tiap Tenor
Kepala Strategi Investasi CFRA Research Sam Stovall mengatakan, tekanan terhadap saham teknologi pada pekan lalu dipicu kenaikan suku bunga dan kekhawatiran terkait CoreWeave yang memicu dampak berantai di pasar.
"Saya tidak berpikir tekanan tersebut sudah sepenuhnya berakhir," ujar Stovall kepada Reuters.
Menurut dia, laporan keuangan perusahaan pekan ini akan menjadi perhatian utama investor untuk menilai emiten mana yang paling rentan terhadap tekanan pasar.
Sejumlah perusahaan teknologi besar dijadwalkan merilis kinerja keuangan, termasuk Meta dan Tesla pada Rabu.
SpaceX dijadwalkan melaporkan kinerjanya pada Selasa. Sementara itu, Netflix, General Motors, dan GE Aerospace juga masuk dalam daftar perusahaan yang merilis laporan keuangan pekan ini.
Baca Juga: Menakar Resiliensi Pasar Saham di Tengah Derasnya Net Sell Asing
Laporan keuangan tersebut akan menjadi ujian bagi valuasi saham teknologi, terutama untuk perusahaan yang membutuhkan belanja modal besar guna mengembangkan infrastruktur AI.
Di sisi kebijakan moneter, Federal Reserve (The Fed) diperkirakan mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,75%–4,00% dalam pertemuan pada 27–28 Oktober, berdasarkan data LSEG.
Perkembangan investasi AI juga menjadi perhatian karena belanja besar perusahaan teknologi dinilai menambah tantangan bagi bank sentral dalam mengendalikan inflasi tanpa menghambat pertumbuhan ekonomi.
Sementara itu, harga minyak dunia ikut memberikan dukungan bagi pasar saham. Kontrak berjangka Brent tercatat turun sekitar 1,5% menjadi US$ 108,29 per barel, menyusul keputusan Presiden AS Donald Trump memberikan pengecualian terhadap sebagian sanksi terkait ekspor Rusia.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan, Trump akan menggunakan waktu hingga 60 hari untuk menilai dampak kebijakan tersebut terhadap perekonomian.
Meski demikian, risiko gangguan pasokan energi belum sepenuhnya mereda. Iran melaporkan insiden kapal tanker yang kembali menabrak ranjau di Selat Hormuz.
Baca Juga: Menilik Kinerja IHSG Dalam Dua Tahun Kepemimpinan Pemerintahan Prabowo-Gibran
Biaya pengiriman dan asuransi yang tinggi juga membuat harga minyak untuk pengiriman fisik tetap berada pada level lebih tinggi.
Di luar saham teknologi, saham Intel naik 4,2% setelah J.P. Morgan menaikkan rekomendasi saham perusahaan semikonduktor tersebut menjadi neutral dari sebelumnya underweight.
Saham Cleveland-Cliffs melonjak 13,7% setelah produsen baja itu mencatatkan laba kuartal III di atas perkiraan analis.
Pasar aset kripto turut menunjukkan penguatan. Harga Bitcoin naik sekitar 2%, menuju kenaikan harian terbesar dalam hampir sebulan. Kenaikan tersebut mendorong saham terkait kripto, dengan Coinbase menguat 1,7% dan Strategy naik 2,2%.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













