kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,31   -15,20   -1.62%
  • EMAS1.347.000 0,15%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Wall Street Bergerak Naik Menjelang Keputusan The Fed, Rabu (3/5)


Rabu, 03 Mei 2023 / 21:55 WIB
Wall Street Bergerak Naik Menjelang Keputusan The Fed, Rabu (3/5)
ILUSTRASI. Wall Street


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wall Street naik pada perdagangan Rabu (3/5), setelah aksi jual pada sesi sebelumnya. Kini investor tengah menilai data ekonomi terbaru menjelang hasil rapat The Fed.

Melansir Reuters, pukul 09:50 waktu setempat, Dow Jones Industrial Average naik 34,45 poin atau 0,10% ke 33.718,98, S&P 500 naik 11,76 poin atau 0,29% ke 4.131,34, dan Nasdaq Composite naik 48,15 poin atau 0,40 % pada 12.128,66.

Asal tahu, Wall Street turun lebih dari 1% pada hari Selasa (2/5) karena saham bank regional jatuh di tengah kekhawatiran baru atas sistem keuangan dan investor mencoba mengukur berapa lama lagi The Fed mungkin perlu menaikkan suku bunga.

Baca Juga: Wall Street Anjlok Terseret Saham Bank Regional, Investor Tunggu Keputusan The Fed

Saham PacWest Bancorp dan Western Alliance Bank pada hari Rabu rebound dari penurunan tajam sesi sebelumnya dan naik masing-masing 11,6% dan 6,5%. Sedangkan indeks Perbankan Regional KBW naik 2,3%.

"Ada keyakinan yang masuk akal bahwa beberapa bank regional dapat terkena keadaan serupa (kegagalan bank baru-baru ini) mengingat kenaikan suku bunga dan bahwa kami sedang menuju pertemuan The Fed," kata Jason Pride, chief of investment strategy and research di Glenmede.

Sementara, The Fed diprediksi akan mengerek suku bunga 25 basis poin, fokus investor akan tertuju pada isyarat jika kenaikan lebih lanjut terjadi karena inflasi tetap di atas level target bank sentral AS 2%.

"The Fed mungkin ingin memberikan panduan sesedikit mungkin, menjaga pintu terbuka untuk jeda atau bahkan kenaikan tambahan," kata analis Saxo Bank.

Bank sentral global utama telah memulai kampanye kenaikan suku bunga yang agresif untuk mengatasi inflasi. The Fed telah menaikkan suku bunga acuannya sembilan kali sebesar 475 basis poin ke kisaran 4,75%-5,00% sejak Maret 2022.

Di sisi lain, laporan Ketenagakerjaan Nasional ADP menunjukkan, perusahaan swasta AS meningkatkan perekrutan pada bulan April, tetapi ada tanda-tanda bahwa pasar tenaga kerja melambat di tengah suku bunga yang lebih tinggi.

Baca Juga: Bursa Asia Melemah, Terseret Penurunan Wall Street

Sektor jasa AS mempertahankan laju pertumbuhan yang stabil di bulan April, tetapi harga input yang lebih tinggi mengindikasikan inflasi dapat tetap tinggi untuk beberapa waktu.

Analis memperkirakan pendapatan triwulanan untuk perusahaan S&P 500 turun 1,4% dari tahun sebelumnya, menurut data IBES dari Refinitiv, dibandingkan dengan penurunan 5,1% yang diperkirakan pada awal April.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Sales and Operations Planning (S&OP) Negosiasi & Mediasi Penagihan yang Efektif Guna Menangani Kredit / Piutang Macet

[X]
×