kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45697,73   -32,02   -4.39%
  • EMAS946.000 -1,77%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Wall Street ambrol hampir 12% setelah The Fed menggunting suku bunga


Senin, 16 Maret 2020 / 21:07 WIB
Wall Street ambrol hampir 12% setelah The Fed menggunting suku bunga
ILUSTRASI. Wall Street ambrol hingga hampir 12% di awal perdagangan pekan ini.

Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wall Street ambrol hingga hampir 12% di awal perdagangan pekan ini. Senin (16/3) pukul 8.52 WIB, Dow Jones Industrial Average turun 11,86% atau 2.750 poin ke 20.480. Nasdaq Composite turun 11,23% atau 877 poin ke 6999.

Dow Jones sempat kena trading halt di awal perdagangan setelah turun 8%. Setelah halt dibuka, Dow Jones sempat hampir turun 12% sebelum akhirnya mulai memperkecil penurunan.

Sedangkan indeks S&P 500 turun 8,14% ke 2.490. Indeks S&P terkena trading halt selama 15 menit setelah menyentuh penurunan 8%. "Pasar berada dalam mode panik," kata Chris Rupkey, chief financial economist MUFG Union Bank kepada Bloomberg.

Baca Juga: Terus merosot, ini skenario terburuk IHSG hingga akhir semester I-2020

Bursa saham turun setelah Federal Reserve kembali menurunkan suku bunga acuan di luar jadwal pertemuan pekan ini. Kemarin, The Fed menggunting suku bunga sebesar 100 basis points (bps) menjadi 0%-0,25%. "Langkah bank sentral semalam mengejutkan dan pasar melihat ini sebagai sinyal bahwa kondisi akan sangat buruk," kata Rupkey.

Tak cuma itu, The Fed New York mengungkapkan bahwa aktivitas manufaktur New York bulan Maret akan turun ke rekor terendah sejak 2009. The New York Fed mengatakan, Empire State Manufacturing Index turun ke -21,5 pada bulan ini, terendah sejak Maret 2009 dari posisi +12,9 pada bulan Februari. Penurunan 34 poin ini merupakan penurunan paling curam sejak survei ini ada tahun 2001.

Baca Juga: Meski corona mewabah, deretan saham emiten ritel ini masih menarik untuk dilirik

Sementara itu, harga minyak pun merosot tajam pada hari ini. Harga minyak brent sempat turun di bawah US$ 30 per barel untuk pertama kalinya sejak 2016.

Jumlah kasus virus corona di Amerika Serikat (AS) terhitung kencang. Per Senin (16/3) pukul 10.33 WIB, ada total  3.774 kasus virus corona di AS. Korban meninggal 42 orang di Washington, enam orang di New York, enam orang di California, lima orang di Florida, dua orang di Louisiana, dua orang di New Jersey, satu orang masing-masing di Colorado, Georgia, Kansas, Oregon, South Dakota, dan Virginia.

 




TERBARU

Close [X]
×