kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45736,73   34,31   4.88%
  • EMAS931.000 -0,32%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Wabah virus corona menekan bursa saham, begini komentar Dirut BEI


Selasa, 28 Januari 2020 / 14:51 WIB
Wabah virus corona menekan bursa saham, begini komentar Dirut BEI
ILUSTRASI. Karyawan melintas di depan papan pancatatan saham di Bursa Efek Indonesia Jakarta, Senin (13/1). Direktur Utama BEI Inarno Djajadi mengatakan wabah virus corona berdampak terhadap pasar modal.

Reporter: Ika Puspitasari | Editor: Komarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wabah virus corona di China telah menewaskan 106 orang dan hampir 1.300 kasus baru telah dikonfirmasi. Hal itu diungkapkan oleh otoritas China pada Selasa (28/1). Dampak dari wabah virus corona berdampak ke pasar saham, tak terkecuali Indonesia.

Direktur Utama BEI Inarno Djajadi mengatakan wabah virus corona ini berdampak terhadap pasar modal. Ia berharap wabah virus corona hanya akan menjadi dampak jangka pendek. “Pengaruhnya memang ada, tetapi secara jangka panjang semoga tidak ada,” katanya, Selasa (28/1).

Baca Juga: Virus corona makin mencemaskan, China tunda jadwal masuk sekolah

Lebih lanjut ia mengatakan, penyebaran virus corona ini tentu berdampak bagi perekonomian China. Namun, ia melihat dari kasus-kasus sebelumnya seperti virus flu burung dan SARS hanya berdampak dalam jangka pendek terhadap pasar modal. Sehingga ia mengimbau pelaku pasar untuk tidak terlalu khawatir berlebih.

Bernadus Wijaya, Vice President Head of Business Development PT Sucor Sekuritas menuturkan, kekhawatiran terkait virus corona memang semakin nyata lantaran korban juga terus berjatuhan.

“Dan lebih parahnya lagi hal ini terjadi saat Tahun Baru Imlek. Di mana Tahun Baru Imlek ini perekonomian di China harusnya lagi kencang-kencangnya,” katanya di Bursa Efek Indonesia, Selasa (28/1).

Wabah virus corona ini mengakibatkan perekonominan tidak berjalan dengan baik dan sudah diprediksikan ekonomi China akan menurun pada kuartal pertama tahun ini.

Bercermin dengan kasus sebelumnya, kata Bernadus, saat ada penyebaran virus SARS di China pada 2002 dan dinyatakan bisa disembuhkan, maka indeks kembali naik sebesar 10%.

“Itu bisa kita lihat bahwa dengan adanya aksi dari pemerintah China untuk mengatasi virus ini, jika aksinya benar-benar bisa menyembuhkan virus corona, mengatasi wabah ini dengan baik, tentunya indeks akan positif,” ujarnya.

Pada perdagangan Selasa (28/1) pukul 14.17, IHSG masih terkoreksi 0,47% ke level 6.105,49.

Baca Juga: Ada dugaan, virus corona terkait dengan program senjata biologis China yang bocor




TERBARU

Close [X]
×