kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45908,54   -10,97   -1.19%
  • EMAS1.350.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Volume Produksi dan Penjualan Batubara Adaro Energy (ADRO) Kompak Naik pada Kuartal I


Rabu, 03 Mei 2023 / 17:07 WIB
Volume Produksi dan Penjualan Batubara Adaro Energy (ADRO) Kompak Naik pada Kuartal I
ILUSTRASI. Alat berat atau dump truck pama persada mengeruk dan membawa batubara di pertambangan PT Adaro Indonesia ditambang Tutupan Tabalong Kalimantan Selatan (19/6). Pho KONTANAchmad Fauzie/19/06/2008


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja operasional PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) meningkat sepanjang kuartal pertama 2023. Ini terlihat dari kenaikan volume produksi dan penjualan batubara.

Melansir laporan triwulanan di Bursa Efek Indonesia, Rabu (3/5), Volume produksi maupun penjualan ADRO pada kuartal pertama 2023 naik 29%, masing-masing menjadi 15,69 juta ton dan 15,72 juta ton. 

Sebagai perbandingan, volume produksi dan penjualan di kuartal pertama tahun lalu hanya  12,15 juta ton dan 12,20 juta ton

Produk batubara termal bernilai kalori medium meliputi 70% total penjualan pada periode Januari hingga Maret 2023. Penjualan batubara metalurgi anak usaha ADRO, yakni PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) juga mencatat kenaikan signifikan sebesar 44% menjadi 0,85 juta ton dari sebelumnya 0,59 juta ton pada triwulan pertama 2022.

Baca Juga: Laba Bersih Adaro Energy (ADRO) Naik 14,5% Jadi US$ 458,04 Juta hingga Kuartal I

Pasar domestik merupakan tujuan penjualan utama ADRO, dimana penjualan ke pasar Indonesia meliputi 25% total penjualan ADRO sepanjang tiga bulan pertama 2023. 

China merupakan tujuan ekspor terbesar Adaro pada kuartal pertama 2023, yang sejalan dengan peningkatan permintaan China untuk batubara impor pada periode ini. Adapun porsi ekspor ke China mencapai 19%, dan penjualan ke India sebesar 9%.

Volume pengupasan lapisan penutup pada kuartal pertama 2023 mencapai 56,45 juta bank cubic meter (bcm),naik 17% dari 48,22 juta bcm pada periode kuartal pertama 2022. Nisbah kupas ADRO pada periode ini tercatat 3,60 kali, atau lebih rendah daripada 3,97 kali pada kuartal pertama 2022. 

Ini karena volume produksi naik lebih tinggi dibandingkan volume pengupasan lapisan penutup. Adapun kenaikan volume pengupasan lapisan penutup tertinggal karena hujan lebat yang melanda area operasional pada kuartal ini. ADRO mendapatkan jumlah jam hujan dan curah hujan yang lebih tinggi pada  kuartal pertama 2023.

Sepanjang periode kuartal pertama 2023, harga jual rata-rata alias average selling price (ADRO) mengalami kenaikan 17%, berkat harga batubara yang tinggi.

Kenaikan ASP yang dibarengi dengan kenaikan volume penjualan, berhasil mendongkrak kinerja ADRO. Emiten yang dinakhodai Garibaldi Thohir ini membukukan pendapatan bersih senilai US$ 1,83 miliar, naik 50% dari pendapatan di periode yang sama tahun 2022 sebesar US$  1,22 miliar.

“Karena harga bersifat fluktuatif, kami selalu menekankan keunggulan operasional dan disiplin biaya, dengan dukungan model bisnis yang terintegrasi,” terang Presiden Direktur dan Chief Executive Officer, Garibaldi Thohir, Rabu (3/5).

Dari sisi bottomline, emiten pertambangan batubara ini membukukan laba bersih US$ 458,04 juta sepanjang kuartal pertama 2023, naik 14,5% secara year-on-year (YoY). Sebagai perbandingan, laba bersih ADRO di periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 400,07 juta. Ini membuat laba bersih per saham ADRO naik menjadi US$ 0,01478 dari sebelumnya US$ 0,01282.

Baca Juga: Adi Sarana Armada (ASSA) Bukukan Laba Rp 38,5 Miliar pada Kuartal I

Di sisi lain, sejumlah beban ADRO turut mendaki, sebut saja Beban pokok pendapatan yang naik 73% menjadi US$ 1,07 miliar dari sebelumnya hanya US$ 623 juta. Kenaikan beban ini terutama karena kenaikan pada beban royalti PT Adaro Indonesia (AI), volume, maupun harga jual rata-rata dibandingkan pada periode yang sama tahun sebelumnya. 

Setelah penerapan perpajakan dan penerimaan negara bukan pajak yang baru sejak 1 Januari 2023, tarif royalti Adaro Indonesia naik ke kisaran 14%-28%, dari tarif sebelumnya sebesar 13,5%.

Royalti yang dibayarkan kepada Pemerintah Indonesia dan beban pajak penghasilan badan mencapai US$ 622 juta, atau 94% lebih tinggi daripada US$ 320 juta pada kuartal pertama 2022. 




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×