kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.860.000   -260.000   -8,33%
  • USD/IDR 16.805   19,00   0,11%
  • IDX 8.330   97,40   1,18%
  • KOMPAS100 1.165   25,83   2,27%
  • LQ45 834   20,52   2,52%
  • ISSI 298   2,18   0,74%
  • IDX30 430   8,24   1,96%
  • IDXHIDIV20 510   9,16   1,83%
  • IDX80 129   2,93   2,32%
  • IDXV30 139   2,61   1,92%
  • IDXQ30 139   3,06   2,26%

Laba Bersih Adaro Energy (ADRO) Naik 14,5% Jadi US$ 458,04 Juta hingga Kuartal I


Rabu, 03 Mei 2023 / 15:33 WIB
Laba Bersih Adaro Energy (ADRO) Naik 14,5% Jadi US$ 458,04 Juta hingga Kuartal I
ILUSTRASI. Alat berat atau dump truck membawa batubara di pertambangan PT Adaro Indonesia ditambang Tutupan Tabalong Kalimantan Selatan (19/6). Pho KONTANAchmad Fauzie/19/06/2008


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja PT Adaro Energy Tbk (ADRO) meningkat sepanjang kuartal pertama 2023. Emiten pertambangan batubara ini membukukan laba bersih US$ 458,04 juta sepanjang kuartal pertama 2023, naik 14,5% secara year-on-year (YoY).

Sebagai perbandingan, laba bersih ADRO di periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 400,07 juta. Ini membuat laba bersih per saham ADRO naik menjadi US$ 0,01478 dari sebelumnya US$ 0,01282.

Melansir laporan keuangan di Bursa Efek Indonesia, Rabu (3/5), kenaikan laba bersih ADRO sejalan dengan kenaikan pendapatan. Emiten yang dinakhodai Garibaldi Thohir ini membukukan pendapatan bersih senilai US$ 1,83 miliar, naik 50% dari pendapatan di periode yang sama tahun 2022 sebesar US$  1,22 miliar.

Baca Juga: Kinerja Kuartal I Menyusut, Spindo (ISSP) Pertahankan Target Penjualan Tahun Ini

Pendapatan ADRO didominasi oleh Penjualan batubara kepada pihak ketiga ke pasar Ekspor, yakni mencapai US$ 1,54 miliar. Disusul penjualan kepada pihak ketiga di pasar domestik sebesar US$ 195,54 juta. ADRO juga membukukan pendapatan dari Jasa pertambangan senilai US$ 32,57 juta.

Adapun pelanggan yang memiliki transaksi pendapatan lebih dari 10% dari total pendapatan usaha konsolidasian yakni kepada TNB Fuel Services Sdn. Bhd. senilai US$ 254,20 juta.

Di sisi lain, sejumlah beban ADRO turut mendaki, sebut saja Beban pokok pendapatan yang naik 73% menjadi US$ 1,07 miliar dari sebelumnya hanya US$ 623 juta. Beban usaha pada kuartal pertama 2023 juga naik 68% YoY menjadi US$ 112 juta dari sebelumnya US$ 67 juta pada triwulan pertama 2022.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×