kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.526   26,00   0,15%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Volume perdagangan SUN masih terbatas


Rabu, 11 Januari 2017 / 11:09 WIB


Reporter: Petrus Sian Edvansa | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Pada penutupan perdagangan Selasa (10/1) kemarin, harga surat utang negara (SUN) tercatat naik. Mengacu pada situs Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA), INDOBeX Government Clean Price membaik 0,02% ke dari perdagangan hari sebelumnya ke level 111,12.

Namun, Analis Fixed Income MNC Securities I Made Adi Saputra merasa kenaikan itu tidak dibarengi dengan volume yang melonjak. Made bilang, volume perdagangan SUN yang dilaporkan pada perdagangan kemarin masih terbatas di Rp 5,86 triliun dari 40 seri SUN yang diperdagangkan dimana volume perdagangan seri acuan yang dilaporkan senilai Rp 482,42 miliar.

Lalu surat perbendaharaan negara seri SPN03170404 menjadi SUN dengan volume perdagangan terbesar, senilai Rp679,41 miliar dari 7 kali transaksi di harga rata-rata 98,86%. Lalu diikuti oleh Obligasi Negara seri FR0070 senilai Rp 632,34 miliar dari 23 kali transaksi di harga rata-rata 103,35%.

Sementara itu dari perdagangan obligasi korporasi, volume perdagangan yang dilaporkan senilai Rp 396,6 miliar dari 25 seri obligasi korporasi yang diperdagangkan. Obligasi Berkelanjutan I WOM Finance Tahap III Tahun 2015 Seri B (WOMF01BCN3) dan Obligasi Berkelanjutan II WOM Finance Tahap I Tahun 2016 Seri A (WOMF02ACN1) menjadi obligasi korporasi dengan volume perdagangan terbesar, masing-masing senilai Rp60 miliar dengan harga rata-rata di level 102,59% dan 100,54%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×