kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Volume penjualan Semen Indonesia (SMGR) diproyeksikan turun akibat Corona


Minggu, 10 Mei 2020 / 20:09 WIB
ILUSTRASI. Bongkar muat semen di Jakarta, Rabu (28/11). Penggunaan semen selama Januari hingga Oktober 2018 meningkat sebesar 5,1% menjadi 56,97 juta ton atau rata-rata sekitar 5,7 juta ton per bulan. KONTAN/Baihaki


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Noverius Laoli

Namun menurut hitungan Maria, permintaan semen mungkin bisa turun sekitar 10%-16% secara year-on-year (yoy) dan bahkan bisa turun 20% jika pandemi Covid-19 berlanjut hingga kuartal IV-2020.

“Beberapa proyek infrastruktur pemerintah telah terhenti karena pandemi dan proyek-proyek barupun ikut tertunda,” tulis Maria dalam riset, Senin (27/4).

Baca Juga: Ini 10 saham yang paling banyak diborong asing dalam sepekan

Maria memperkirakan volume penjualan SMGR hingga akhir 2020 akan mencapai 39,8 juta ton atau turun 6,6% secara yoy. Sebagai gambaran, volume penjualan konsolidasian PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) mencapai 42,61 juta ton semen pada tahun 2019.

Rendahnya permintaan semen yang disebabkan oleh pandemi Covid-19 membuat perusahaan semen mengefisienkan kegiatan operasionalnya. Maria bilang, SMGR telah memutuskan untuk melakukan perombakan beberapa pabriknya yang kurang efisien.

Maria mempertahankan rekomendasi beli (buy) saham SMGR dengan target harga Rp 10.700 per saham. Jumat (8/5), saham SMGR ditutup bergeming di level Rp 7.450 per saham. Sejak awal tahun, harga saham emiten pelat merah ini telah tergerus 37,92%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×