kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.531.000   5.000   0,20%
  • USD/IDR 18.153   -6,00   -0,03%
  • IDX 5.097   39,78   0,79%
  • KOMPAS100 657   5,57   0,85%
  • LQ45 518   2,72   0,53%
  • ISSI 170   0,84   0,50%
  • IDX30 291   1,43   0,49%
  • IDXHIDIV20 391   -0,27   -0,07%
  • IDX80 76   0,57   0,76%
  • IDXV30 109   -0,28   -0,25%
  • IDXQ30 97   -0,51   -0,52%

Volume Pemeriksaan Naik, Pendapatan dan Laba Bersih PRDA Tumbuh Double Digit


Senin, 02 November 2026 / 16:13 WIB
Volume Pemeriksaan Naik, Pendapatan dan Laba Bersih PRDA Tumbuh Double Digit
ILUSTRASI. Prodia - kontan kilas online (PRODIA/KILAS KORPORASI)


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten yang bergerak di sektor kesehatan, PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) berhasil mencetak pertumbuhan kinerja yang solid. Pendapatan dan laba bersih PRDA kompak tumbuh double  digit. 

Melansir laporan keuangan per 30 September 2026, PRDA membukukan pendapatan bersih Rp 1,71 triliun atau tumbuh 8,3% secara tahunan. Pada periode yang sama di 2025, pendapatan bersih PRDA mencapai Rp 1,58 triliun.

Dalam keterangan yang dirilis pada Senin (12/10/2026), pertumbuhan pendapatan itu ditopang kenaikan volume pemeriksaan laboratorium sebesar 12,8% secara tahunan dengan jumlah pemeriksaan di PRDA melampaui 15 juta tes per September 2026. 

Baca Juga: Harga Emas Coba Bangkit, Arah Suku Bunga The Fed Jadi Penentu

Dari sisi operasional, total beban usaha PRDA mencapai Rp 826,27 miliar atau meningkat 8,2% secara tahunan pada periode tersebut. Kenaikan ini sejalan dengan ekspansi bisnis dan peningkatan aktivitas layanan laboratorium PRDA.

Meski demikian, PRDA mampu menjaga efisiensi pengelolaan piutang usaha. Per 30 September 2026, piutang usaha neto PRDA tercatat sebesar Rp 196,72 miliar, turun 3,42% dibandingkan posisi akhir Desember 2025.

Berdasarkan profil jatuh tempo piutang, sebagian besar tagihan masih berada dalam kategori belum jatuh tempo. Perseroan mencatatkan piutang belum jatuh tempo sebesar Rp 90,53 miliar tanpa pencadangan kerugian penurunan nilai.

Sementara itu, total pencadangan kerugian penurunan nilai piutang tercatat sebesar Rp 597 juta. PRDA menetapkan batas 120 hari setelah jatuh tempo sebagai acuan pengkategorian piutang gagal bayar.

Pengelolaan persediaan juga menunjukkan perbaikan. Nilai persediaan PRDA mencapai Rp 44,05 miliar per 30 September 2026, yang lebih rendah dibandingkan posisi 31 Desember 2025 sebesar Rp 45,55 miliar.

Dari sisi likuiditas, PRDA membukukan arus kas bersih dari aktivitas operasi sebesar Rp 301,30 miliar hingga September 2026. Nilai tersebut meningkat 5,31% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga: AUM AllianzGI Capai Rp 35,97 Triliun, Reksadana Pendapatan Tetap Mendominasi

Adapun belanja modal alias capital expenditure (capex) tercatat sebesar Rp 57,66 miliar. Pada akhir September 2026, PRDA memiliki kas dan deposito sebesar Rp 683,88 miliar untuk mendukung kebutuhan operasional.

Di luar bisnis laboratorium, PRDA terus mengembangkan layanan digital melalui anak usahanya, PT Prodia Digital Indonesia. Salah satu pengembangan tersebut dilakukan melalui platform kesehatan preventif U by Prodia.

Platform tersebut mengembangkan fitur U-Buddy yang memungkinkan integrasi data smartwatch melalui Apple Health dan Google Health Connect. Perseroan juga menghadirkan fitur pencatatan kalori melalui Catatan Makanan Met-U.

Di sisi korporasi, PRDA berencana melakukan pemecahan nilai nominal saham atau stock split dengan rasio 1:5. Aksi korporasi ini ditujukan untuk meningkatkan keterjangkauan harga saham dan memperluas partisipasi investor ritel.

Melalui stock split tersebut, nilai nominal saham PRDA akan berubah dari Rp 100 menjadi Rp 20 per saham. Jumlah saham ditempatkan dan disetor juga meningkat dari 937,5 juta menjadi 4,6875 miliar saham.

Rencana pemecahan saham tersebut akan dimintakan persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 23 November 2026. Di mana, PRDA telah menetapkan recording date pada 29 Oktober 2026.

Baca Juga: Harga Kripto Berpeluang Pulih, Pasar Waspadai Dampak Peretasan Binance

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×