kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.531.000   5.000   0,20%
  • USD/IDR 18.153   -6,00   -0,03%
  • IDX 5.097   39,78   0,79%
  • KOMPAS100 657   5,57   0,85%
  • LQ45 518   2,72   0,53%
  • ISSI 170   0,84   0,50%
  • IDX30 291   1,43   0,49%
  • IDXHIDIV20 391   -0,27   -0,07%
  • IDX80 76   0,57   0,76%
  • IDXV30 109   -0,28   -0,25%
  • IDXQ30 97   -0,51   -0,52%

Harga Emas Coba Bangkit, Arah Suku Bunga The Fed Jadi Penentu


Senin, 02 November 2026 / 15:40 WIB
Harga Emas Coba Bangkit, Arah Suku Bunga The Fed Jadi Penentu
ILUSTRASI. Harga emas di pasar spot berterngger di level US$ 3.896 per ons troi atau menguat 0,53%, tetapi masih anjlok 3% sepekan terakhir (REUTERS/Arko Datta)


Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Harga emas dunia mulai menunjukkan tanda pemulihan setelah terkoreksi dalam sepekan terakhir. Namun, peluang penguatan logam mulia ini masih dibayangi ekspektasi arah kebijakan suku bunga The Fed dan pergerakan dolar Amerika Serikat (AS).

Melansir Trading Economics pada Senin (2/11) pukul 15.20 WIB, harga emas di pasar spot berterngger di level US$ 3.896 per ons troi atau menguat 0,53% secara harian, tetapi masih mencatatkan koreksi 3% sepekan terakhir.

Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, memberikan analisa bahwa secara teknikal, harga emas berpeluang pulih berdasarkan pergerakan pada grafik empat jam (H4). Sebelumnya, harga emas terkoreksi hingga area US$ 3.890-US$ 3.869 per ons troi dan membentuk titik terendah baru (swing low).

Baca Juga: AUM AllianzGI Capai Rp 35,97 Triliun, Reksadana Pendapatan Tetap Mendominasi

Setelah menyentuh area tersebut, harga emas menunjukkan peluang pemulihan untuk membentuk tren sekunder (secondary trend). Indikator Stochastic yang berada di area jenuh jual (oversold) turut membuka peluang terjadinya rebound dalam jangka pendek.

Geraldo memperkirakan, apabila momentum beli menguat, harga emas berpeluang menguji resistance terdekat di kisaran US$ 3.976-US$ 4.002 per ons troi.

“Setelah menyentuh area tersebut, harga emas menunjukkan peluang pemulihan untuk membentuk tren sekunder (secondary trend). Indikator Stochastic yang berada di area jenuh jual (oversold) turut membuka peluang terjadinya rebound dalam jangka pendek,” ujar Geraldo dalam risetnya, Senin (2/11/2026).

Kendati demikian, peluang rebound emas masih menghadapi tantangan dari sisi fundamental. Ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan suku bunga The Fed menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi pergerakan logam mulia tersebut.

Prospek suku bunga AS yang lebih tinggi berpotensi menopang dolar AS sekaligus meningkatkan biaya peluang (opportunity cost) dalam memegang emas. Pasalnya, emas tidak memberikan imbal hasil berupa bunga sehingga daya tariknya dapat berkurang ketika suku bunga meningkat.

Selain itu, dinamika pasar saham teknologi juga dapat memengaruhi pergerakan emas. Ketika saham teknologi mengalami tekanan, sebagian investor berpotensi melepas aset untuk memenuhi kebutuhan likuiditas. Kondisi tersebut dapat memicu tekanan jual pada emas, meskipun logam mulia kerap dipandang sebagai aset lindung nilai.

Baca Juga: Harga Kripto Berpeluang Pulih, Pasar Waspadai Dampak Peretasan Binance

Pada pekan ini, pelaku pasar akan mencermati sejumlah data ekonomi AS, termasuk indeks aktivitas manufaktur Institute for Supply Management (ISM) dan laporan tenaga kerja nonpertanian atau non-farm payrolls (NFP).

“Data ekonomi yang lebih kuat berpotensi memperkuat ekspektasi kebijakan moneter ketat, sedangkan data yang lebih lemah dapat mengurangi perkiraan kenaikan suku bunga dan memberikan ruang bagi harga emas untuk pulih,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×